BrandzView

Kisah Ahok dan Ibu Angkatnya yang Muslimah

Kompas.com - 29/10/2014, 10:43 WIB
Instagram/Basukibtp Basuki Tjahaja Purnama saat memakamkan ibu angkatnya Misribu Andi Baso Amier binti Acca (almarhum).

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain memiliki ibu kandung, ternyata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki seorang ibu angkat. Dia adalah Misribu Andi Baso Amier binti Acca (almarhum), seorang wanita asal Bugis yang mengurus Basuki selama menempuh pendidikan di Jakarta.

Peran Misribu begitu besar di dalam kehidupan Basuki. Basuki bahkan rela meninggalkan beberapa pekerjaannya untuk mengantar sang ibu angkat hingga ke peristirahatan terakhirnya pada (16/10/2014) lalu.

Siapa Misribu, ibu angkat Basuki yang juga seorang Muslim tersebut?

"Jadi, dulu, bapak saya itu kan berteman banyak sama orang Bugis. Ibu Misribu juga orang Bugis. Bapak saya berteman sama suaminya, Andi Baso Amir," cerita Basuki di Balaikota, Selasa (28/10/2014).

Jika sedang berada di Jakarta, Basuki dan keluarganya yang berasal dari Belitung Timur selalu berkunjung ke rumah (Kalibata) dan kantor Misribu, di Kantor Sakti Plaza (Pancoran). Karena hubungan pertemanan yang begitu erat antara Indra Basuki (ayah Basuki) dan Andi Baso Amir, keluarga Andi Baso mengikat keluarga Basuki sebagai saudara. Ikatan saudara itu dikatakan Basuki sebagai ikatan saudara sehidup sedunia-akhirat.

‎Basuki menceritakan, sebelum sang ayah mengembuskan napas terakhir, Basuki dititipkan kepada keluarga Andi Baso Amir dan Misribu untuk dirawat selama di Jakarta. Saat itu, Basuki sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah, di Universitas Trisakti.

"Waktu kuliah dulu, keluarga dia juga sudah bantu keluarga kami. Bu Misribu bilang, 'sudah kamu kuliah saja, kami yang bisnis mencari uang untuk hidup'," kenang Basuki, yang juga akrab disapa Ahok ini.

Ikatan saudara angkat dua keluarga itu pula yang menjadikan Basuki diangkat menjadi anak di keluarga Andi-Misribu. ‎Hubungan di antara dua keluarga itu tetap terjalin baik hingga Misribu mengembuskan napas terakhirnya, pertengahan Oktober lalu.

"Beliau itu orang yang paling yakin bahwa saya bisa jadi pejabat. Beliau yakin banget saya bisa jadi gubernur. Yakin banget beliau."

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAna Shofiana Syatiri