Modus Baru, Cara Pencuri Perdayai Pembantu Rumah Tangga

Kompas.com - 31/10/2014, 16:53 WIB
Delapan tersangka pembantu gadungan yang ditangkap oleh tim Subdit Jatanras dan Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (28/10/2014).
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERADelapan tersangka pembantu gadungan yang ditangkap oleh tim Subdit Jatanras dan Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (28/10/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian mengungkap kasus pencurian baru dengan modus memperdayai pembantu rumah tangga. Dalam melancarkan aksinya, tersangka, DS, AAP, dan H berpura-pura menanyakan alamat.

"Mereka melakukan dengan cara patroli keliling menggunakan kendaraan mereka (mobil). Mereka melihat rumah yang pembantunya kebetulan di luar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Jumat (31/10/2014).

Rikwanto mengatakan, pelaku menghentikan kendaraan dan menghampiri pembantu itu untuk menanyakan alamat. Sebagai penanya alamat, AA dan H bertugas menjalin komunikasi dengan pembantu tersebut.

Saat ditanyakan pelaku, kata Rikwanto, pembantu berusaha mengingat-ingat alamat yang dimaksud. Kedua pelaku pun terus mengajak komunikasi dengan tujuan mengakrabkan diri. Akhirnya setelah akrab, lanjut Rikwanto, pembantu diperdaya untuk bertemu DS yang berada di dalam mobil.

"Itu ada abah kita, ayah kita, mbah kita di mobil itu yang butuh alamatnya. Coba ikut mbak ke mobil," kata Rikwanto meniru cara pelaku meyakini pembantu. Ketika tiba di mobil dan bertemu dengan DS, pembantu itu kembali diperdaya.

DS yang memperlakukan diri sebagai orang pintar kemudian menyatakan kondisi pembantu kurang sehat, kurang fit, dan terkena guna-guna. DS menipu perihal kesehatan itu dengan menyuruh pembantu meludah di tisu yang telah disiapkan pelaku.

Tisu itu ternyata sudah diberi cairan kimia tertentu. "Warna merah seperti darah. Dilihat warna merah. Ini kamu (pembantu) tidak bisa sembuh hanya karena barang-barang yang ada di rumah ini (majikan). Itu penyebab dibilang kena guna-guna ini," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto.

Ternyata, perkataan DS cukup meyakini pembantu sehingga dia bersedia menunjukkan barang-barang di dalam rumah majikan itu. DS meyakini pembantu bahwa barang berbahaya di dalam rumah majikan itu sebagai penyebab kondisi badan lemah.

"DS (mengatakan) untuk itu barang-barang kita ambil dan kita bersihkan supaya tidak ada penyakit di tubuh pembantu itu," kata dia.

Ketiga pelaku berhasil membawa beberapa barang di rumah majikan pembantu itu, antara lain emas, uang, gelang, kalung, buku tabungan, batu giok, dan laptop.

"Mereka bawa barang yang didapat itu katanya harus dibersihkan dan disucikan. Sementara barang sudah diambil, pembantu ditinggalkan," ucap Rikwanto.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dishub: Ganjil Genap Bukan untuk Pindah ke Angkutan Umum, tapi Kerja dari Rumah

Dishub: Ganjil Genap Bukan untuk Pindah ke Angkutan Umum, tapi Kerja dari Rumah

Megapolitan
Dispensasi Perpanjang SIM Masih Berlaku hingga 31 Agustus 2020

Dispensasi Perpanjang SIM Masih Berlaku hingga 31 Agustus 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Megapolitan
Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Megapolitan
Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Megapolitan
UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

Megapolitan
Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Megapolitan
Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Megapolitan
Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Megapolitan
Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Megapolitan
Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Megapolitan
Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X