Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2014, 14:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Pol Boy Rafli Amar mengatakan, penangguhan penahanan terhadap M Arsyad, pemuda yang melakukan penghinaan terhadap Joko Widodo, tidak ada kaitannya dengan pertemuan ibunda Arsyad, Mursidah, dengan Jokowi, pada Sabtu (1/11/2014) lalu.

"Ini murni pertimbangan hukum. Tidak ada intervensi Jokowi," ujar Boy, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin (3/11/2014).

Boy mengatakan, penangguhan penahanan terhadap Arsyad dimungkinkan karena telah diatur oleh UU Nomor 8 Tahun 1981 Pasal 31 ayat 1 yang berbunyi, "Atas permintaan tersangka atau terdakwa, penyidik atau penuntut umum atau hakim, sesuai dengan kewenangan masing-masing, dapat mengadakan penangguhan penahanan dengan atau tanpa jaminan uang atau jaminan orang berdasarkan syarat yang ditentukan."

Selain itu, lanjut Boy, alasan penangguhan penahanan ialah karena Arsyad diyakini tidak akan melarikan diri dan pihak keluarga telah membuat pernyataan bahwa sanggup membawa Arsyad kembali ke penyidik untuk wajib lapor.

"Dia (MA) kooperatif dan sudah berjanji tidak akan mengulangi ini lagi," ucap Boy.

Terkait pertemuan keluarga Arsyad dengan Jokowi, Boy mengatakan, hal tersebut ialah karena pemberitaan media yang terlalu besar terhadap kasus ini sehingga pertemuan antara keluarga Arsyad dan Jokowi memang harus dilakukan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepolisian menangguhkan penahanan Arsyad yang diduga terlibat kasus pornografi dan penghinaan dirinya. Menurut Jokowi, Arsyad akan dikeluarkan pada Minggu (2/11/2014) besok.

"Yang jelas saya meminta untuk ditangguhkan dan besok sudah keluar," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (1/11/2014), seusai bertemu dengan orangtua Arsyad.

Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat menyampaikan keterangannya kepada media. Hadir pula ibunda Arsyad, Mursidah, dan Syafruddin (ayah Arsyad), di samping Jokowi.

Mengenai kelanjutan proses hukum terhadap Arsyad, Jokowi mengaku tidak tahu apakah kepolisian akan melanjutkannya atau tidak. Dia mengaku telah memaafkan perbuatan pemuda itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pamer Tanam Ribuan Pohon di Jakarta, Heru Budi: Kami Mau Sebanyak-banyaknya

Pamer Tanam Ribuan Pohon di Jakarta, Heru Budi: Kami Mau Sebanyak-banyaknya

Megapolitan
Mobil Pajero Pensiunan Polisi Berubah Warna Usai Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI, Terungkap dalam Rekonstruksi

Mobil Pajero Pensiunan Polisi Berubah Warna Usai Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI, Terungkap dalam Rekonstruksi

Megapolitan
Tindak Lanjuti Pertemuan dengan Menkes, Heru Budi Mulai Data Kasus Stunting di Jakarta

Tindak Lanjuti Pertemuan dengan Menkes, Heru Budi Mulai Data Kasus Stunting di Jakarta

Megapolitan
Usai Menabrak, Pensiunan Polisi Bantu Pindahkan Tubuh Hasya ke Tepi Jalan, tapi Tak Bawa ke RS

Usai Menabrak, Pensiunan Polisi Bantu Pindahkan Tubuh Hasya ke Tepi Jalan, tapi Tak Bawa ke RS

Megapolitan
Tiba di PN Jakbar, Teddy Minahasa Hadiri Sidang Perdana Hari Ini

Tiba di PN Jakbar, Teddy Minahasa Hadiri Sidang Perdana Hari Ini

Megapolitan
Alasan Keluarga Hasya Tak Hadiri Rekonstruksi Ulang, Pengacara: Fokus Kami Pencabutan Status Tersangka

Alasan Keluarga Hasya Tak Hadiri Rekonstruksi Ulang, Pengacara: Fokus Kami Pencabutan Status Tersangka

Megapolitan
Ular Sanca Sepanjang 7 Meter Ditemukan di Kontrakan Penjaringan, Awalnya Dikira Biawak

Ular Sanca Sepanjang 7 Meter Ditemukan di Kontrakan Penjaringan, Awalnya Dikira Biawak

Megapolitan
Keluarga Angela Korban Mutilasi Belum Dapat Laporan Perkembangan Apa Pun dari Polisi

Keluarga Angela Korban Mutilasi Belum Dapat Laporan Perkembangan Apa Pun dari Polisi

Megapolitan
Keponakannya Selamat Usai Jadi Korban Tabrak Lari, Haikal Hassan: Terima Kasih yang Telah Menyelamatkan...

Keponakannya Selamat Usai Jadi Korban Tabrak Lari, Haikal Hassan: Terima Kasih yang Telah Menyelamatkan...

Megapolitan
Heru Budi Persilakan Jakpro Tunjuk Kontraktor Pembangunan ITF Sunter

Heru Budi Persilakan Jakpro Tunjuk Kontraktor Pembangunan ITF Sunter

Megapolitan
Keluarga Hasya Tak Hadiri Rekonstruksi Ulang Kecelakaan

Keluarga Hasya Tak Hadiri Rekonstruksi Ulang Kecelakaan

Megapolitan
Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Ungkap Hasya Tak Dapat Penanganan Selama 45 Menit Usai Ditabrak Pajero

Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Ungkap Hasya Tak Dapat Penanganan Selama 45 Menit Usai Ditabrak Pajero

Megapolitan
Modal Minyakita Lebih Mahal dari HET, Pedagang di Pasar Pesaben Enggan Jual

Modal Minyakita Lebih Mahal dari HET, Pedagang di Pasar Pesaben Enggan Jual

Megapolitan
Ambulans Datang 30 Menit Setelah Mahasiswa UI Hasya Terlindas Pajero Milik Pensiunan Polri

Ambulans Datang 30 Menit Setelah Mahasiswa UI Hasya Terlindas Pajero Milik Pensiunan Polri

Megapolitan
AKBP (Purn) Eko Setia yang Tabrak Mahasiswa UI Perankan Langsung Rekonstruksi Ulang

AKBP (Purn) Eko Setia yang Tabrak Mahasiswa UI Perankan Langsung Rekonstruksi Ulang

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.