Kompas.com - 05/11/2014, 13:32 WIB
Pipa Palyja Pesanggrahan, Meruya Utara, Jakarta Barat bocor. Kebocoran pipa itu menyebabkan Jalan Raya Pesanggrahan tergenang dan lalu lintas mengalami kemacetan, Sabtu (7/3/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaPipa Palyja Pesanggrahan, Meruya Utara, Jakarta Barat bocor. Kebocoran pipa itu menyebabkan Jalan Raya Pesanggrahan tergenang dan lalu lintas mengalami kemacetan, Sabtu (7/3/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Lurah Meruya Utara, Jakarta Barat, Sakban mengaku sudah siap menghadapi musim hujan yang diprediksi awal Desember. Kata dia, beberapa saluran air yang kerap tergenang air ketika hujan sudah dibersihkan.

Salah satunya ialah saluran air di RT 05/RW10 Kelurahan Meruya Utara Kembangan, Jakarta Barat. "Sekitar bulan Mei lalu sudah dibuat saluran air di RT05/RW10, kawasan itu memang kerap tergenang air jika hujan datang," kata Sakban kepada Kompas.com Rabu (5/11/2014).

Menurut dia, pedagang kembang yang berjualan di areal kosong wilayah tersebut menutupi gorong-gorong, sehingga air yang seharusnya mengalir ketika hujan menjadi tersumbat dan menyebabkan genangan banjir setinggi mata kaki.

Karena itu, Kelurahan Meruya Utara sekitar akhir 2013 meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk membuat saluran air baru. Saluran air sepanjang 200 meter ini diharapkan bisa mengatasi genangan ketika musim hujan datang nanti.

"Ya mudah-mudahan bisa mengatasi genangan banjir nanti, tetapi untuk bisa tahu efektif atau tidaknya kita tunggu sampai musim penghujan datang," ucapnya.

Sakban mengatakan banjir yang kerap terjadi di Meruya Utara bukanlah air kiriman, akan tetapi lebih disebabkan saluran air yang tersumbat. Maka dari itu ketika hujan deras datang walau hanya satu jam bisa menyebabkan genangan yang cukup tinggi.

"Tidak usah sampai satu jam biasanya kalau hujan deras datang itu (rumah) langsung tergenang cukup tinggi, tetapi surutnya juga cepat," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk genanangan banjir yang kerap terjadi di Meruya Ilir, Sakban menuturkan saat ini memang sedang dibuat saluran air sedalam 3 meter di RT04/RW04. Jika tidak ada hambatan lagi saluran air tersebut akan selesai akhir tahun 2014 ini.

Sebelumnya pembuatan saluran tersebut sempat terhenti pengerjaannya karena anggaran dana yang keluar per tahun. "Waktu itu sempat terhenti, menurut Dinas PU karena anggaran yang keluar per tahun, banyak warga juga yang sempat protes meminta pengerjaan saluran air di lanjutkan," ucapnya.

Saat ini pengerjaan proyek tersebut mulai aktif kembali, diperkirakan akan selesai akhir tahun 2014 ini. Dengan dibuatnya saluran air di Meruya Ilir diharapkan tidak akan terjadi lagi genangan ketika hujan deras mengguyur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Update 16 Oktober: Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 154

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Pelajar 12 Tahun di 13 Kecamatan di Kota Tangerang

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak, 1 Tewas dan 18 Luka

Megapolitan
 4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

4 Tahun Gubernur Anies, Mimpi Integrasi Antarmoda Transportasi Jakarta

Megapolitan
5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

5.305 Pelajar SD Usia 12 Tahun di Kota Tangerang Akan Divaksinasi

Megapolitan
Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Polisi Minta Warga Melapor jika Ada Perusahaan Pinjol yang Meresahkan

Megapolitan
Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Kecelakaan Beruntun 4 Bus di Tol Tangerang-Merak Tewaskan Sopir, Polisi: Kurang Jaga Jarak

Megapolitan
Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Polda Metro Periksa Rachel Vennya Kamis Depan

Megapolitan
Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Jenazah Perempuan Tergeletak di Pinggir Jalan Tol Arah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Anies: IMB Kampung Tanah Merah Jadi Izin untuk Kawasan Pertama di Indonesia

Megapolitan
Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Anies: Jakarta Bersiap untuk Formula E 4 Juni 2022

Megapolitan
Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Cek Sumur Resapan, Pemkot Jakpus Akan Inspeksi ke Gedung Pemerintah dan Swasta

Megapolitan
Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Kebakaran Permukiman Padat di Krendang, Ratusan Warga Mengungsi

Megapolitan
Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Jakarta Resmi Ditetapkan Jadi Tuan Rumah Formula E 2022

Megapolitan
Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Kasus Kabur dari Karantina, Oknum TNI Sudah Ditindak, Rachel Vennya Belum Diperiksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.