Pengerukan Kali Terus Berjalan, Langkah Simulasi Disiapkan

Kompas.com - 05/11/2014, 15:53 WIB
Normalisasi Sungai - Sebuah ekskavator digunakan untuk mengeruk endapan lumpur di Sungai Krukut, Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2011) KOMPAS/IWAN SETIAWANNormalisasi Sungai - Sebuah ekskavator digunakan untuk mengeruk endapan lumpur di Sungai Krukut, Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2011)
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi musim hujan yang selalu diikuti banjir, sejumlah tindakan antisipasi telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut pantauan, Selasa (4/11/2014), di Kali Sunter, Jakarta Utara, misalnya, pengerukan kali untuk mengangkat endapan terus dilakukan. Hal itu agar air memiliki tampungan yang cukup, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.

Sementara itu, Suku Dinas Pekerjaan Umum Jakarta Barat membuat dermaga kayu di dekat Pintu Air Cengkareng Drain, Jakarta Barat. Dermaga itu akan digunakan untuk pelatihan simulasi penanggulangan banjir pada Minggu (9/11/2014).

Pengawas Wilayah Kecamatan Cengkareng Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat Slamet mengatakan, pelatihan akan diikuti antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Jakarta Barat, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, kepolisian, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta masyarakat umum.

Dalam pelatihan itu akan ada skenario hujan deras yang menyebabkan banjir di sekitar rumah warga. Saat hujan deras, radio pemancar akan memberikan informasi kepada dinas terkait. Dinas kemudian mengambil tindakan penyelamatan warga. Dalam skenario itu akan digambarkan pula kondisi saat sejumlah warga hanyut di sungai serta ada penjarahan rumah warga.

Slamet mengatakan, untuk mengantisipasi banjir, petugas kebersihan Jakarta Barat juga secara rutin menangkut sampah di sekitar Pintu Air Cengkareng Draine. Adam Fatoni (35), penjaga Pintu Air Cengkareng Draine mengatakan, setiap pagi petugas membersihkan sampah di sekitar pintu air.

Menurut Slamet, saat debit air tinggi keberadaan sampah akan menghambar aliran air. Debit air normal di Pintu Air Cengkareng Draine adalah 200 meter kubik per detik. Saat hujan deras, debitnya bisa mencapai 350 meter kubik per detik. Debit air yang terlalu tinggi menyebabkan banjir di Wilayah Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Di tempat lain, Ketua RW 007 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Imam Cahyo Roso, mengeluhkan penanganan limbah rumah potong hewan (RPH) babi yang tak kunjung rampung.

”Bagaimana ini? Ini sudah dekat musim hujan. Limbah RPH bakal kembali meluap ke rumah warga. Sampai sekarang memang saluran air di Jalan Peternakan I dan II masih dikerjakan. Tapi, saya lihat sampai sekarang masih jalan di tempat. Lumpurnya enggak pernah diangkat. Mana janji wali kota?” ujarnya.

Sebelumnya, Maret 2014, Wali Kota Jakbar Anas Efendi menjanjikan pemindahan dan pengoperasian RPH yang baru yang lebih memenuhi syarat kesehatan lingkungan. Namun, jangankan membuka RPH baru, perbaikan dan pembangunan jaringan saluran pun nyaris terhenti.

Ahli Hidrologi Universitas Indonesia Firdaus Ali mengingatkan agar pemerintah pusat ataupun Pemerintah Provinsi DKI segera menyiapkan langkah jangka pendek menghadapi musim hujan. Inilah saatnya menjalin kerja sama antarpihak terkait menanggulangi banjir. (WIN/NDY/JAL/DNA)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

Megapolitan
Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

Megapolitan
Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

Megapolitan
Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

Megapolitan
 Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

Megapolitan
Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

Megapolitan
Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

Megapolitan
Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

Megapolitan
Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

Megapolitan
Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

Megapolitan
PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

Megapolitan
Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

Megapolitan
Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

Megapolitan
Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

Megapolitan
Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X