Kompas.com - 05/11/2014, 22:45 WIB
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Bea dan Cukai Kantor Pelayanan Utama Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggagalkan upaya penyelundupan 37 kontainer berisi barang tambang dan mineral (minerba), Rabu (5/11/2014).

Kepala Bea dan Cukai KPU Tanjung Priok Wijayanta mengatakan, kontainer itu rencananya akan diselundupkan ke negara Malaysia dan Tiongkok.

"Modus yang digunakan yakni dengan memberitahukan ekspor barang yang tidak benar dalam melakukan penyelundupan," kata Wijayanta kepada wartawan, Rabu (5/11/2014).

Hal itu, lanjutnya, dilakukan pelaku penyelundupan untuk mencoba mengelabui petugas. Namun, setelah dilakukan penyelidikan ternyata pemberitahuan ekspornya memang tidak benar. Pelaku, kata Wijayanta, menggunakan nama perusahaan lain sebagai eksportir, misalnya PT KTS, CV JGL, PT SJG, dan PT SMG.

"Namun, setelah diperiksa ternyata bukan, jadi barang-barang minerba," ujar Wijayanta.

Barang sitaan itu, antara lain, 18 kontainer berisi biji krom, 14 kontainer berisi biji nikel, 2 kontainer berisi biji tembaga, dan 3 kontainer berisi zeolite. Barang selundupan tersebut, sambungnya, ditaksir nilainya mencapai Rp 1,6 miliar.

"Angka kerugian negara sekitar Rp 161 juta lebih," ujarnya.

Sayangnya, pelaku penyelundupan tersebut belum terungkap. Pihaknya menyatakan masih melakukan pengembangan asal-usul kontainer tersebut. Pelaku, menurut dia, melanggar Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan. Ancaman pidananya penjara paling lama delapan tahun, atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X