Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Kontainer di Yos Sudarso

Kompas.com - 07/11/2014, 16:44 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pengendara Honda Revo dengan nomor polisi B 6894 UVK tewas terlindas truk kontainer bernomor polisi B 9062 GG ketika mencoba menyalip dua kendaraan di Jalan Yos Sudarso, seberang pintu dua Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2014) sekitar pukul 14.20 WIB. Pengendara yang bernama Ahmad Zakaria (29) itu mengenakan seragam pegawai Transjakarta.

"Kepalanya hancur," tutur anggota Lantas Polres Jakarta Utara, Brigadir Anton Marpaung, yang berada di tempat kejadian perkara.

Anton menambahkan, penyebab sementara kecelakaan adalah senggolan dua pengendara motor di dekatnya. Anton mengatakan, ada tiga pengendara motor yang melaju di belakang sebuah mobil sedan. Di sebelah mobil sedan, ada truk kontainer yang menutupi lajur kanan.

Diduga, akibat tidak bisa menyalip mobil, salah satu dari ketiga motor tersebut bersenggolan sehingga menyebabkan ketiga pengendara jatuh. Satu pengendara, Ahmad, terjatuh dan masuk ke kolong truk. Truk yang masih melaju pun langsung melindas kepalanya.

"Ada bercak darah di ban kiri belakang truk itu. Sopirnya, Robert Pasaribu, sedang kami periksa di Unit Laka Lantas," tambah Anton.

Dua pengendara motor lain yang ikut terjatuh langsung kabur. Saat ini, jasad korban pun sudah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Dari identitas yang ditemukan, Ahmad berdomisili di Kebantenan RT 02 RW 07, Semper Timur, Jakarta Utara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab: Lawan Terus!

Megapolitan
Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Bentrok dengan Polisi, Simpatisan Rizieq Shihab Berlarian Hindari Semprotan Water Cannon

Megapolitan
Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong, Hakim: Nyatakan Sehat meski Tahu Hasil Swab Antigen Reaktif

Megapolitan
Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Ini Hal yang Meringankan Vonis Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Usap di RS Ummi Bogor

Megapolitan
Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Ricuh, Massa Simpatisan Rizieq Shihab Lempar Batu, Polisi Tembak Gas Air Mata

Megapolitan
Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Dinkes Bekasi Belum Dapat Pastikan Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Wilayahnya

Megapolitan
Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Rizieq Shihab Ajukan Banding atas Vonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi Bogor

Megapolitan
Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Divonis 4 Tahun dalam Kasus Tes Usap RS Ummi, Rizieq Shihab Dianggap Meresahkan Masyarakat

Megapolitan
Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Divonis 4 Tahun Penjara, Rizieq Shihab Terbukti Sebar Berita Bohong dan Buat Onar

Megapolitan
Jangan Lupa Daftar, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas Kembali Digelar di Puspemkot Tangerang

Jangan Lupa Daftar, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas Kembali Digelar di Puspemkot Tangerang

Megapolitan
Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Rizieq Shihab Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Tes Usap RS Ummi

Megapolitan
Khawatir Massa Simpatisan Tak Bisa Dikendalikan, Kuasa Hukum Rizieq Minta Vonis Dipercepat

Khawatir Massa Simpatisan Tak Bisa Dikendalikan, Kuasa Hukum Rizieq Minta Vonis Dipercepat

Megapolitan
Jelang Sidang Vonis, Simpatisan Rizieq Shihab Kepung Flyover Pondok Kopi

Jelang Sidang Vonis, Simpatisan Rizieq Shihab Kepung Flyover Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Tangkap 200 Simpatisan Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Ada yang Membawa Senjata Tajam

Polisi Tangkap 200 Simpatisan Rizieq Shihab di PN Jakarta Timur, Ada yang Membawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bertambah Lagi, Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 8.414 Orang

Bertambah Lagi, Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 8.414 Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X