Penjelasan Polisi soal Aksi Saling Lempar Batu "Bobotoh" dan Pengendara di Tol

Kompas.com - 09/11/2014, 12:15 WIB
Bus yang membawa suporter tim sepak bola Persib rusak di bagian kaca setelah dirusak massa, terlihat di kawasan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/11/2014). Perusakan yang terjadi saat rombongan suporter Persib melintas di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, usai menyaksikan pertandingan final Indonesia Super League (ISL) 2014 di Palembang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOBus yang membawa suporter tim sepak bola Persib rusak di bagian kaca setelah dirusak massa, terlihat di kawasan Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (9/11/2014). Perusakan yang terjadi saat rombongan suporter Persib melintas di kawasan Pasar Rebo, Jakarta, usai menyaksikan pertandingan final Indonesia Super League (ISL) 2014 di Palembang.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Tawuran yang terjadi di Tol Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2014) dini hari, dipastikan bukan keributan antarklub sepak bola. Kepala Polsek Jagakarsa Komisaris Husaima mengatakan, kejadian ini melibatkan suporter Persib, bobotoh, yang melewati Tol Jagakarsa setelah berjalan dari Pelabuhan Merak.

"Itu tadi suporter bobotoh dari Merak, bukan antarklub," kata Husaima, ketika dihubungi, Minggu. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. [Baca: Sempat Ada Insiden Lemparan Batu ke Bus "Bobotoh"]

Kata dia, kejadian berawal ketika rombongan bobotoh melintasi Tol Jagakarsa. Husaima mengatakan, rombongan bobotoh memang sering kali berhenti selama perjalanan.

Sekitar pukul 01.00, rombongan tersebut berhenti di pintu Tol Jagakarsa. Ada sekitar 60 kendaraan umum dan pribadi. [Baca: Ridwan Kamil: Mereka yang Melempari Bus Bobotoh Pengecut]

Setelah menghentikan rombongannya, kata dia, bobotoh malah melemparkan batu ke luar tol. Tepatnya ke arah jalan arteri yang berdampingan dengan tol tersebut. Batu-batu yang dilempari bobotoh mengenai kendaraan yang melintas.

"Karena itu kan malam Minggu, banyak kendaraan ya. Ketika batu mengenai kendaraan yang melintas, nah mungkin si pemilik kendaraan marah," ujar Husaima.

Akhirnya pengendara yang marah karena terkena lemparan batu para bobotoh melempar balik batu-batu tersebut ke arah rombongan bobotoh. Ketika itulah suasana menjadi ricuh karena banyak warga yang keluar berdatangan untuk melihat keramaian tersebut.

Namun, kejadian tersebut tidak berlangsung lama. Polisi langsung mengamankan situasi. Tak sampai satu jam, rombongan bobotoh melanjutkan perjalanannya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Megapolitan
3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

Megapolitan
Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Megapolitan
Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Tips Pencegahan Covid-19 bagi Warga Usai Pergi ke Luar Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X