Gubernur Tandingan dari FPI Mengaku Diusung oleh Rakyat

Kompas.com - 10/11/2014, 16:08 WIB
Massa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014). KOMPAS.COM/ADYSTA PRAVITRARESTUMassa Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) berunjuk rasa di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Fahrurrozi Ishaq, gubernur tandingan yang dikenalkan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yakin akan didukung oleh masyarakat.

Ketua Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) itu juga menuturkan bahwa Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak lagi dapat dukungan dari warga Jakarta. [Baca: FPI Bikin Gubernur Tandingan, Ahok Tertawa Terbahak-bahak]

"Kami menyerap aspirasi masyarakat, tidak ada tawar-menawar, Ahok harus turun. Artinya begini, kalau suara masyarakat tidak dilayani, dan DPRD tidak bisa berbuat apa-apa, apa salahnya (saya jadi gubernur)," ujar Fahrurrozi di depan Balai Kota DKI, Senin (10/11/2014). [Baca: Ahok: FPI Itu Mempermalukan Nama Islam]

Meski demikian, Fahrurrozi menganggap penyebutan namanya menjadi gubernur tandingan adalah sekadar sebutan spontan. Menurut dia, membuat tandingan itu mencontoh kondisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terbelah menjadi dua kubu.

Massa dari FPI, Forum Umat Islam (FUI), dan GMJ berjanji akan tetap berupaya menentang dan mencegah Ahok dilantik menjadi gubernur DKI. Mereka menuding Ahok sudah tidak pantas menjadi seorang pemimpin karena sering berbicara sembarangan dan menyinggung perasaan orang lain.

"Kalau Ahok dicalonin lagi, dia juga pasti enggak bakal terpilih. Paling-paling hanya satu persen suara," kata Fahrurrozi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

Megapolitan
Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X