Cara Sadistis PRT Menghabisi Nyawa Anak Majikannya di Bekasi

Kompas.com - 12/11/2014, 15:56 WIB
Foto Kartinah alias Sartinah alias Tinah, pembantu rumah tangga (PRT) yang diduga menganiaya anak majikannya, Jason yang baru berumur 3,6 tahun hingga meninggal. KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAFoto Kartinah alias Sartinah alias Tinah, pembantu rumah tangga (PRT) yang diduga menganiaya anak majikannya, Jason yang baru berumur 3,6 tahun hingga meninggal.
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
BEKASI, KOMPAS.com — Sartinah alias Kartinah alias Tinah, pembantu rumah tangga di Bintara, Bekasi, menyayat lengan Jason Matthew Simanjuntak, anak majikannya. Padahal, Jason telah tewas dibunuhnya dengan cara dibekap dengan menggunakan bantal hingga tewas.

"Pertama memang dibekap dulu wajah korban hingga tewas," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol Rikwanto di Mapolresta Bekasi Kota, Rabu (12/11/2014). [Baca: Pembantu yang Bunuh Anak Majikan di Bekasi Tertangkap]

Setelah membekap Jason, Tinah tidak langsung meninggalkan rumah. Dia tidak yakin Jason telah meninggal dunia. Akhirnya, Tinah pergi ke dapur dan mengambil pisau.

Tinah pun kembali mendekati Jason yang sebenarnya sudah tak bernyawa lagi. Kemudian, dia menyayat pergelangan tangan Jason hingga mengeluarkan darah.

Setelah itu, Tinah langsung melarikan diri dari rumah majikannya dan meninggalkan Jason begitu saja. [Baca: Setelah Membunuh Anak Majikan, Sartinah Nonton "Slank" di Monas]

Orangtua Jason yang baru pulang pada tengah malamnya kaget ketika melihat anaknya yang sudah tidak bernyawa lagi. Ketika diperiksa, pembantu mereka sudah tidak ada dan pakaiannya juga tidak ada. [Baca: PRT Pembunuh Anak Majikan Sempat Berkemas Sebelum Kabur]

Kemarin, Tinah, akhirnya tertangkap. Tinah ditangkap di bawah kolong jembatan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Tinah menjadi buronan sekitar setengah bulan.

Sebelum ditemukan, polisi telah mencari Tinah di sejumlah tempat, seperti di warung kopi tempat dia bekerja. Polisi juga sudah mencari sampai ke kampung halamannya di Banjarnegara. Namun, ia tidak ditemukan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Antisipasi Banjir, BPBD Kota Bekasi Siapkan Tenda Darurat dan Dapur Umum

Megapolitan
Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Transmisi Lokal Varian Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 243 Kasus

Megapolitan
Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Marak Tawuran Pelajar di Jaksel, Sudin Pendidikan Dianggap Tidak Antisipatif

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Kronologi Pengeroyokan Anggota TNI AD hingga Tewas di Jakarta Utara

Megapolitan
Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Jakpro Sebut Akan Ada Seleksi Warga yang Tinggal di Kampung Susun Bayam

Megapolitan
Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Target Vaksinasi Booster di Kota Tangerang Diperluas, Kini Sasar Pelayan Publik

Megapolitan
Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Tembok Bentuk Protes Warga Pondok Bambu Terkait Masalah Banjir Dibongkar, Ini Hasil Kesepakatannya

Megapolitan
Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Buru Pemain Utama

Megapolitan
Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Kronologi Kurir dan Pengedar 25 Kg Sabu Dikejar Polisi hingga Tabrak Motor dan Gerobak

Megapolitan
1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

1-16 Januari, 5 WNA Dideportasi dan 63 WNA Ditolak Masuk Indonesia

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Anak Penyandang Autisme di Bekasi

Megapolitan
Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Polres Jakbar Disebut Hentikan Kasus Mafia Tanah yang Dilaporkan Teknisi AC

Megapolitan
3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

3 Orang Diamankan Terkait Pengeroyokan Anggota TNI AD, 1 Jadi Tersangka

Megapolitan
Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Seorang ASN Terpapar Covid-19, Satu Ruangan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat Ditutup Sementara

Megapolitan
Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Disdik Kota Tangerang Tetap Terapkan PTM 100 Persen meski Khawatir dengan Omicron

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.