Tilang Elektronik Baru Uji Coba

Kompas.com - 19/11/2014, 18:09 WIB
Puluhan orang mengantre untuk mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2014). Ihsanuddin/KOMPAS.comPuluhan orang mengantre untuk mengikuti sidang tilang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2014).
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan belum akan menilang pengendara kendaraan bermotor yang melanggar aturan dan tertangkap pantauan peralatan tilang elektronik. Saat ini, yang dilakukan baru pelaksanaan uji coba peralatan dan alur pengiriman surat tilang elektronik oleh jajaran Korps Lalu Lintas Polri.

Pernyataan tersebut ditegaskan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (18/11/2014).

”Belum ada sama sekali penindakan penilangan kepada pengemudi pelanggar peraturan lalu lintas terkait alat tilang elektronik itu,” katanya.

Menurut Rikwanto, penilangan yang terjadi saat ini, termasuk kepada pelanggar jalur bus transjakarta, dilaksanakan secara konvensional. Petugas di lapangan yang melihat pelanggaran akan menilang pelaku sebagaimana biasanya. Petugas akan menyita SIM atau STNK pelanggar, lalu memberikan surat tilang kepada yang bersangkutan.

Peralatan atau kamera pemantau yang mulai banyak dipasang di jalan, khususnya di jalur bus transjakarta, lanjut Rikwanto, itu semua milik Dinas Perhubungan DKI Jakarta atau pengelola transjakarta. Jaringan kamera itu kini berfungsi sebatas untuk memantau situasi di lingkungan kamera terpasang, selain juga sekaligus untuk persiapan penerapan jalan berbayar elektronik (ERP).

Secara terpisah, analis kebijakan Korps Lalu Lintas Polri, Komisaris Besar Unggul Sedyantoro, mengatakan, sejak sepekan lalu hingga tiga bulan ke depan, pihaknya telah melaksanakan uji coba program tilang elektronik.

”Atas perintah Kepala Korlantas Polri Irjen Condro Kirono, kami memasang tiga alat ANPR (automatic number plate recognition) di tiga titik. Ini untuk memastikan apakah alat tersebut berfungsi baik, yakni dapat merekam pelanggar,” ungkapnya.

Salah satu kawasan yang menjadi lokasi uji coba tilang elektronik terletak di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan. Alat ANPR yang digunakan untuk merekam nomor polisi dipasang di atas jalur bus transjakarta Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). (RTS/DNA)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Polisi Ungkap Sindikat Rekondisi Smartphone di Sebuah Ruko

Megapolitan
Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Cegah Bunuh Diri dengan Nomor Darurat Berikut Ini

Megapolitan
Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Jalan Berbayar Diterapkan 2021, Pemprov DKI Susun Perda soal ERP

Megapolitan
BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

BPTJ Masih Berdebat dengan Dishub Bekasi soal Rencana ERP di Kalimalang 2020

Megapolitan
Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Pemkot Jakut Tawarkan Rusun untuk Korban Penggusuran Sunter, Tapi Tak Ada yang Minat

Megapolitan
Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Bertahan Setelah Penggusuran, Warga Sunter Agung Bangun Gubuk Kayu di Sekitar Lokasi

Megapolitan
Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakarta Barat Sudah Empat Kali Beraksi

Megapolitan
Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Polisi Tahan Pengemudi Mabuk yang Tabrak Pengendara Skuter Listrik hingga Tewas

Megapolitan
Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Siswi yang Menjadi Korban Penyiraman Cairan Kimia Sudah Kembali Bersekolah

Megapolitan
Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Nasib Menunggu Mati, Becak di Kota Benteng

Megapolitan
Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: 'Pemaksaan' Tanpa Solusi

Kalimalang Kena ERP 2020, Dishub Kota Bekasi: "Pemaksaan" Tanpa Solusi

Megapolitan
Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Pembunuhan Pemuda di Cengkareng, Polisi Tangkap 6 Orang, 2 Masih Buron

Megapolitan
Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Dipasung Bapaknya, Anak Tewas Terjebak Kebakaran di Tangsel

Megapolitan
Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Langgar Peraturan, Ini Sanksi Pengendara GrabWheels

Megapolitan
Grab Indonesia Janji Beri Santunan kepada Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas

Grab Indonesia Janji Beri Santunan kepada Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X