Kompas.com - 26/11/2014, 14:05 WIB
Motor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMotor melintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (11/11/2014). Selama Desember Pemprov DKI Jakarta akan membatasi kendaraan roda dua melintas Jalan MH Thamrin mulai dari Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Merdeka.
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan tujuan mengefisienkan ruang jalan, uji coba pelarangan sepeda motor di Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, akan diberlakukan bulan depan. Kebijakan ini dinilai oleh sebagian besar warga Ibu Kota menyulitkan dan juga kurang efektif. Perlu upaya tambahan lain agar tujuan program ini berhasil.

Sepeda motor sangat populer di DKI Jakarta. Hasil jajak pendapat Litbang Kompas menunjukkan, empat dari lima responden di Ibu Kota mengatakan, ada salah satu anggota keluarga mereka yang menggunakan sepeda motor. Bahkan, dalam satu keluarga, bisa ada lebih dari satu pengguna sepeda motor.

Menggunakan sepeda motor di Jakarta dianggap pilihan tepat. Selain lebih irit, sepeda motor juga lebih fleksibel "berlenggak-lenggok" melewati jalanan yang rawan macet. Tak mengherankan, jumlah sepeda motor terus bertambah.

KOMPAS Survei warga
Jika dirata-rata, pertambahan jumlah sepeda motor di wilayah DKI periode 2008-2013 mencapai 1.202 unit per hari. Di seluruh Jabodetabek, angkanya mencapai 2.728 unit per hari (Kompas, 12/11/2014).

Program pelarangan sepeda motor ini, menurut Pemprov DKI, dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan sistem jalan berbayar elektronik (electronic road pricing/ERP) diberlakukan. Pemprov menyatakan, kebijakan ini bertujuan untuk lebih mengefisienkan ruang jalan dan untuk mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan angkutan umum.

Imbas dari pelarangan ini, pengguna sepeda motor harus mencari cara agar aktivitas sehari-hari mereka tak terganggu. Maklum, meski jarak antara Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan MH Thamrin hanya sekitar lima kilometer, kawasan ini adalah salah satu pusat aktivitas bisnis dan perkantoran di Jakarta. Terdapat gedung-gedung perkantoran tempat perusahaan berskala nasional hingga multinasional, hotel, dan juga kantor pemerintahan.

Sebanyak 66,1 persen responden menilai kebijakan ini akan menyulitkan kegiatan sehari-hari mereka. Selain berdampak pada karyawan yang bekerja di kawasan itu, penyedia jasa kurir yang memiliki konsumen di daerah tersebut juga terkena imbas kebijakan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diperlukan rute alternatif dan waktu ekstra untuk sampai ke tempat tujuan. Seorang penyedia jasa layanan antar ke kawasan itu mengaku akan memutar jalan agar tetap bisa sampai daerah tersebut. ”Tenang aja, nanti kita bisa cari puteran jalan, barang tetap sampai tujuan,” kata Andrew (31), salah satu penyedia jasa tersebut.

Para karyawan yang berkantor di kawasan larangan juga harus mulai mencari tempat parkir yang paling dekat dengan kantor mereka. Setidaknya terdapat 11 kantong parkir di wilayah ini, antara lain di Monumen Nasional, Carrefour Duta Merlin, Hotel Pullman, Gedung Jaya, Mahkamah Konstitusi, Kementerian Perhubungan, Sarinah, Kantor Indosat, dan The City Tower (Kompas, 18/11/2014).

Pemprov mencoba meredam kekhawatiran warga dengan menyediakan bus tingkat gratis. Bus ini disediakan untuk mengantar penumpang dari kantong-kantong parkir ke kantor. Saat ini sudah tersedia lima bus tingkat dan direncanakan akan diperbanyak.

Namun, usaha antisipasi yang dilakukan pemerintah ini belum dianggap cukup. Sebagian besar responden bahkan menilai pelarangan sepeda motor ini tak akan berhasil. Program ini masih harus dibarengi dengan beragam upaya lainnya agar tujuan mengefisienkan ruang jalan, termasuk meminimalkan kemacetan, bisa tercapai.

”Ini hanya memindahkan kemacetan saja. Alternatif jalan juga tidak ditambah, ya sama saja,” kata Bima (38), salah satu pengendara sepeda motor yang kerap melalui jalan itu. (Litbang Kompas/Putri Arum Sari)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Halau Massa Buruh ke Gedung MK, Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Barat

Halau Massa Buruh ke Gedung MK, Polisi Tutup Jalan Medan Merdeka Barat

Megapolitan
Demo Tuntut Kenaikan UMP, Massa Buruh Mulai Berdatangan ke Sekitar Monas

Demo Tuntut Kenaikan UMP, Massa Buruh Mulai Berdatangan ke Sekitar Monas

Megapolitan
Sulit Dikenali, 5 Jenazah Korban Kebakaran di Tambora Diotopsi

Sulit Dikenali, 5 Jenazah Korban Kebakaran di Tambora Diotopsi

Megapolitan
Seorang Kakek Jadi Satu-satunya yang Selamat dalam Kebakaran Rumah di Tambora, Keluarganya Tewas

Seorang Kakek Jadi Satu-satunya yang Selamat dalam Kebakaran Rumah di Tambora, Keluarganya Tewas

Megapolitan
Alasan Sinyal, Hakim Kabulkan Permintaan Munarman Dapat Hadir Sidang di PN Jaktim

Alasan Sinyal, Hakim Kabulkan Permintaan Munarman Dapat Hadir Sidang di PN Jaktim

Megapolitan
Sederet Fakta Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro: Ipda OS Jadi Tersangka, Korban Mengaku Wartawan

Sederet Fakta Kasus Penembakan di Exit Tol Bintaro: Ipda OS Jadi Tersangka, Korban Mengaku Wartawan

Megapolitan
Kala Janji Anies untuk Naikkan UMP Jakarta Terhalang PP Pengupahan

Kala Janji Anies untuk Naikkan UMP Jakarta Terhalang PP Pengupahan

Megapolitan
Kronologi Penembakan oleh Ipda OS di Exit Tol Bintaro: Bantu Warga yang Dibuntuti, Keluarkan Tembakan Saat Hendak Ditabrak

Kronologi Penembakan oleh Ipda OS di Exit Tol Bintaro: Bantu Warga yang Dibuntuti, Keluarkan Tembakan Saat Hendak Ditabrak

Megapolitan
Kafe di Pancoran Ditutup 3 Hari Buntut Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Berjoget

Kafe di Pancoran Ditutup 3 Hari Buntut Sejumlah Pria Berpakaian Wanita Berjoget

Megapolitan
Demo Buruh di Balai Kota DKI dan Istana, Polisi Tutup Sejumlah Jalan

Demo Buruh di Balai Kota DKI dan Istana, Polisi Tutup Sejumlah Jalan

Megapolitan
Pukul 09.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Munarman Terkait Terorisme

Pukul 09.00 WIB, PN Jaktim Lanjutkan Sidang Munarman Terkait Terorisme

Megapolitan
2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Ditangkap, Pelaku Kakak Adik

Megapolitan
Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Kebakaran di Tambora, Satu Keluarga Tewas

Megapolitan
Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Polres Jaksel Tangkap 2 Pengeroyok Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Rabu Subuh, 4 Rumah di Tambora Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.