Ahok Sebut Ancol Bukan Milik DKI dan Tak Bisa Turunkan Harga Tiket Masuk

Kompas.com - 02/12/2014, 06:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi pembicara di acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 ini menghadirkan puluhan komunitas, grup band hingga sejumlah pembicara. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi pembicara di acara Kompasianival 2014 di Gedung Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu (22/11/2014). Acara yang berlangsung hingga pukul 22.00 ini menghadirkan puluhan komunitas, grup band hingga sejumlah pembicara. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak punya wewenang untuk ikut campur dalam penentuan besaran harga tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol. Menurut Ahok, saat ini perusahaan yang mengelola Ancol, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol, merupakan perusahaan yang telah berstatus "Terbuka (Tbk)".

"Ancol itu bukan punya Pemprov DKI lho, Pemprov DKI tidak punya pantai. Jadi, Ancol melalui PT itu yang bikin. Jadi, tidak bisa (ikut campur), Tbk lagi," ujar dia, di Balaikota Jakarta, Senin (1/12/2014).

Menurut Ahok, menaikkan harga tiket merupakan salah satu cara untuk membatasi jumlah pengunjung agar tidak membeludak. Meski demikian, Ahok menyatakan bahwa pihak pengelola Ancol memberikan pembebasan biaya untuk kalangan tertentu.

"Semua orang boleh masuk kok, cuma dibatasi. Yang pensiunan, veteran, tetap dikasih gratis masuk. Cuma memang kalangan tertentu," ucap Ahok.

Saat ini, harga tiket masuk ke Ancol ialah sebesar Rp 25.000 per orang. Adapun biaya untuk pengunjung yang membawa kendaraan ialah Rp 20.000 untuk mobil dan Rp 15.000 untuk motor.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan mengkaji ulang harga tiket terbaru untuk bisa masuk ke Taman Impian Jaya Ancol. Menurut Pras, tidak sepatutnya Ancol menerapkan harga tiket yang mahal sebab Ancol dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol yang merupakan BUMD milik Pemprov DKI.

BUMD itu sendiri, lanjutnya, terkadang mendapat kucuran modal dari Pemprov DKI yang notabene berasal dari kas APBD.

"Taman Impian Jaya Ancol harus mengakomodasi semua lapisan masyarakat untuk berekreasi. Salah satunya ialah dengan memberlakukan harga tiket masuk yang terjangkau bagi warga," ujar Pras, Minggu (30/11/2014). (Baca: Ketua DPRD DKI: Tiket Masuk Ancol Kemahalan!)

Selain Pras, senator DPD RI dari DKI Jakarta, Dailami Firdaus, menilai kenaikan harga tiket akan memberatkan warga, terlebih setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi beberapa waktu yang lalu. Karena itu, Firdaus meminta agar Ahok membuat kebijakan untuk menurunkan tarif masuk Ancol.

"Ancol itu kan salah satu ikon wisata DK Jakarta. Jadi, jangan mempersulit warga untuk berwisata ke sana karena tarif yang tidak terjangkau. Mestinya, di waktu tertentu bisa digratiskan bagi mereka yang mempunyai KTP Jakarta," kata dia, Senin (24/11/2014).

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Banjir di Underpass Toll JORR Surut, Jalanan Dibuka Kembali

Megapolitan
Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Dinas BMSDA Bekasi Sebut Banjir di Bintara akibat Luapan Kali Cakung

Megapolitan
Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Terpleset Saat Lihat Kali Cakung yang Deras, Pemuda di Bekasi Hilang Terbawa Arus

Megapolitan
Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Sempat Dimatikan karena Banjir, Sebagian Gardu Listrik Wilayah Tangerang dan Sekitarnya Kembali Menyala

Megapolitan
Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Sempat Diliburkan karena Banjir, Aktivitas Seluruh Sekolah di Bekasi Kembali Normal

Megapolitan
Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Sempat Banjir, Tol Jagorawi Sudah Beroperasi Normal

Megapolitan
Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Sebagian Korban Banjir Cipinang Melayu Sudah Kembali ke Rumah

Megapolitan
Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Rabu Pagi, Masih Ada Tiga Titik Banjir di Kelapa Gading

Megapolitan
Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Satu Anak yang Terseret Arus Saat Berenang di Kali Ditemukan Tewas

Megapolitan
Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Viral Sopir Ambulans Dianiaya Saat Bawa Jenazah, Polisi Jaksel Usut

Megapolitan
Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Jakarta Banjir Lagi: 294 RW Terendam, AEON Mall JGC Diserang, hingga Istana Tergenang

Megapolitan
Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Bocah di Bekasi Tewas Tenggelam Saat Bermain di Selokan Saat Banjir

Megapolitan
Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Ditolak Dua Kali Sopir Taksi Online, Vebby Nyaris Naik Transjakarta Bawa Pulang Jenazah Bayinya

Megapolitan
Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Masih Ada Genangan di Jalur KRL, PT KCI Tetap Berlakukan Rekayasa Perjalanan Kereta

Megapolitan
Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Perusakan AEON Mall Jakarta Garden City

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X