Setiap Hari, 5 Pengendara Motor Tewas di Jakarta

Kompas.com - 02/12/2014, 18:02 WIB
Pengendara nekat menerobos jalur Busway di Kawasan Jalan Jatinegara Barat Raya, terjaring razia oleh petugas kepolisian Polres Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012). Beberapa kendaraan yang terjaring langsung ditindak oleh petugas dengan memberikan surat tilang. BERITA KOTA/ANGGA BN BERITA KOTA/ANGGA BN Pengendara nekat menerobos jalur Busway di Kawasan Jalan Jatinegara Barat Raya, terjaring razia oleh petugas kepolisian Polres Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012). Beberapa kendaraan yang terjaring langsung ditindak oleh petugas dengan memberikan surat tilang. BERITA KOTA/ANGGA BN
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengklaim bahwa 75 persen kecelakaan lalu lintas di Jakarta didominasi oleh sepeda motor. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, ada 1.900 pengguna sepeda motor yang tewas atau setara dengan lima kasus setiap harinya.

"Jumlah yang tiap harinya semakin meningkat, ditambah yang masuk dari luar daerah, menyebabkan 75 persen kecelakaan didominasi sepeda motor. Sebanyak 1.900 pengguna sepeda motor tewas dalam tiga tahun terakhir, dengan rata-rata lima orang setiap harinya," kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Bakharudin Muhammad Syah di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Tak hanya itu, kata Bakharudin, dalam Operasi Zebra 2014 yang telah dilaksanakan dalam dua pekan terakhir, pengguna sepeda motor menjadi pihak yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Tercatat, sekitar 4.000 pengguna sepeda motor terjaring razia setiap harinya.

"Setiap hari, pelanggar ada 4.000 selama Operasi Zebra. Jenis pelanggarannya macam-macam, mulai dari melawan arus, melanggar marka, dan tidak menggunakan helm," ujar Bakharudin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Akbar menyatakan bahwa tujuan dari penerapan kebijakan sepeda motor sudah tepat. Menurut Akbar, pelarangan sepeda motor di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat hanya permulaan karena kawasan pelarangan kelak akan diperluas.

Adapun kawasan yang nantinya akan lebih dulu dikenai pelarangan sepeda motor adalah kawasan-kawasan dengan penyediaan transportasi massal cukup baik.

"Kenapa sekarang kita mulai di MH Thamrin, bukan di Jalan Cilincing? Di MH Thamrin, penyediaan transportasi massalnya sudah cukup baik. Transjakarta yang lewat banyak," ujar dia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turap Sepanjang 150 Meter di Aliran Kali Pulo Nangka Kayu Putih Longsor

Turap Sepanjang 150 Meter di Aliran Kali Pulo Nangka Kayu Putih Longsor

Megapolitan
Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Ruko Bekasi

Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Ruko Bekasi

Megapolitan
Ludes Terbakar, 16 Kios Pedagang Pasar Kayu Jati Rawamangun Dipindahkan

Ludes Terbakar, 16 Kios Pedagang Pasar Kayu Jati Rawamangun Dipindahkan

Megapolitan
32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

32 Program Penanggulangan Banjir di Kota Tangerang, Bangun Tanggul Sungai hingga Pasang Pompa Listrik

Megapolitan
Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Klarifikasi Dishub DKI: Motor Tidak Kena Ganjil Genap Kawasan Tempat Wisata

Megapolitan
Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Dinas PUPR Kota Tangerang Bangun Tanggul di Kali Ledug

Megapolitan
Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Taman Sari Jadi Satu-satunya Kecamatan Zona Hijau Covid-19 di Jakarta Barat

Megapolitan
Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Petugas PJU di Warakas Tewas Tersengat Aliran Listrik Saat Lakukan Pemeliharaan Kabel

Megapolitan
Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Satu Lagi Anggota TNI Dinonaktifkan akibat Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet

Megapolitan
Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Temuan 46 Kasus Covid-19, Seluruh Penghuni Pesantren Babussalam Depok Sudah Di-swab

Megapolitan
Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Ikut Bangun Kota hingga Percepat Vaksinasi DKI Jakarta, Siapa Kader Dasawisma?

Megapolitan
46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

46 Penghuni Pesantren Babussalam Depok Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala dan Isolasi di Ponpes

Megapolitan
Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Ada 2 Anggota TNI yang Bantu Rachel Vennya Kabur dari Wisma Atlet Pademangan

Megapolitan
Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Saat Banjir Terjadi di Periuk, BPBD Juga Akan Evakuasi Barang Berharga Milik Korban

Megapolitan
Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Saat Musim Hujan, Periuk Damai di Kota Tangerang Diperkirakan Terendam Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.