Ahok Akan Buru Koordinator PKL di Kawasan Monas

Kompas.com - 03/12/2014, 20:26 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam Seminar Sehari Mengatasi Banjir di Jakarta, Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku akan mencari koordinator pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. Apalagi, kata dia, PKL yang berjualan kebanyakan bukan berasal dari Jakarta.

"Sekarang yang jualan itu pakai KTP mana. Semua didata. Itu dulu berapa jumlahnya? Sekarang beranak pinak jumlahnya 300-an. Kami tahu mana yang tipu mana yang enggak," kata Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (3/12/2014). [Baca: Ratusan PKL Monas Kocar-kacir]

Mantan Bupati Belitung Timur itu menduga ada transaksi jual beli lapak berjualan di Monas. Menurut dia, itu harus diberantas hingga ke akarnya. Namun, dia bingung harga lapak tersebut mencapai Rp 200 juta. [Baca: PKL Masih Marak di Area Taman Monas]

"Orang Jakarta banyak yang sok pintar, tenyata dijual, mangkanya kami kontrol dagang di Monas jual kios Rp 200 juta, ya dijual kiosnya, itu masalah di sana," ujarnya.


Oleh sebab itu, dia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Unit Pengelola Kawasan Monas untuk terus merazia PKL dari kawasan yang menjadi ikon Ibu Kota itu. PKL yang menjamur bisa menyebabkan kawasan Monas menjadi kumuh dan penuh dengan sampah. (Bintang Pradewo)

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDesy Afrianti
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X