Hampir Kehabisan Cara Usir PKL Monas, Penertiban Digelar Lebih Sering

Kompas.com - 04/12/2014, 16:28 WIB
Kompas.com/Robertus Belarminus Petugas Satpol PP mengangkat barang PKL dari semak tanaman dan pot di Monas. Sabtu (2/8/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola Monumen Nasional (Monas) hampir kehabisan cara untuk mengusir pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di kawasan tersebut. Karena itu, pengelola bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kepolisian, dan Garnisun Jakarta Pusat untuk menggelar razia pengusiran PKL.

"Pihak Monas minta tolong kami (Satpol PP), polisi, dan garnisun untuk terus melakukan penertiban," ujar Kepala Operasional (Kasiops) Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Pusat Maruli Sijabat, Kamis (4/12/2014). [Baca: Ahok Akan Buru Koordinator PKL di Kawasan Monas]

Maruli mengaku jajarannya akan lebih giat melakukan penertiban. Kata dia, sudah sejak Senin (1/12/2014) hingga hari ini, Satpol PP sudah melakukan penertiban setiap hari. "Pokoknya kita lakukan semua cara supaya PKL jera," ucap dia.

Kendati demikian, Maruli mengakui penertiban tidak akan dilakukan setiap hari. Namun, dia menyatakan siap bila penertiban perlu dilakukan. "Kita sudah menjadwalkan, tetapi kita lihat juga perkembangannya. Kalau memang harus dilakukan penertiban baru dilakukan, kalau tidak ya tidak. Tentatif," ujar dia.


Bahkan, jika perlu, sebut Maruli, penertiban akan dilakukan selama beberapa kali dalam sehari, misalnya pagi dan sore. Pada penertiban Kamis ini, Satpol PP menyita barang-barang dagangan PKL. Dua truk yang disiapkan Satpol PP penuh diisi oleh barang-barang sitaan. "Kami sita barang-barang dagangan, kebanyakan pakaian. Kami akan bawa ke Cakung," ujar Maruli.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDesy Afrianti
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Olah TKP Selesai, GT Rawamangun dan Jalan Tol Wiyoto Wiyono Kembali Dibuka

Megapolitan
Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Baru Bebas, Kris Hatta Ditangkap Lagi atas Kasus Dugaan Penganiayaan

Megapolitan
Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Ditangkap di Lapas, Pemasok Narkoba untuk Nunung Seorang Narapidana

Megapolitan
Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Tol Wiyoto Wiyono Arah Cawang Ditutup Sementara, Arus Kendaraan Dialihkan

Megapolitan
Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Tiba di Kantor Nasdem, Anies Bilang Tak Bahas Urusan Politik

Megapolitan
Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Tawuran di Petamburan, Warga Gunakan Petasan dan Batu

Megapolitan
Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Waspada Grooming, Modus Pencabulan Anak dengan Membangun Hubungan!

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba ke Nunung yang Sempat Buron

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Diundang Surya Paloh, Anies Mengaku Hanya Akan Bicara Jakarta

Megapolitan
Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Kebakaran Lahan Parkir di Pademangan, Belasan Kendaraan Ikut Hangus

Megapolitan
Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Semrawutnya Lalu Lintas di Sekitar Stasiun Palmerah yang Bikin Stres...

Megapolitan
Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Ada Olah TKP Kecelakaan Truk Pertamina, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Pengacara Ini Akan Bersaksi untuk Kivlan Zen dalam Sidang Praperadilan

Megapolitan
Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Diundang Surya Paloh, Anies Direncanakan Datang ke DPP Nasdem

Megapolitan
Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Politisi Demokrat Keluhkan Revitalisasi Trotoar Cikini, Ini Kata Pemprov DKI

Megapolitan
Close Ads X