Kompas.com - 09/12/2014, 16:38 WIB
Penulis Jessi Carina
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Terdakwa kasus pembunuhan Ade Sara Angelina Suroto, yaitu Assyifa Ramadhani, tidak mampu meninggalkan kursi sidang seusai mendengar pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014). Dia bergeming di kursi tersebut hingga sejumlah petugas harus menghampirinya. [Baca: Majelis Hakim Jatuhkan Vonis 20 Tahun untuk Assyifa]

Petugas pengadilan lantas memanggil ibunda Assyifa yang turut hadir dalam persidangan itu. Petugas meminta ibu Assyifa untuk membantu anaknya berdiri dan meninggalkan ruang sidang.

Ketika dihampiri sang ibu, Assyifa baru mau berdiri. Berjalan tertatih dengan dituntun ibunya, Assyifa pun meninggalkan ruang sidang.

Sang ibu susah payah menuntun Assyifa berjalan sambil menghalau awak media. Mimik wajah Assyifa tampak menerawang. Pandangannya tidak jelas. Matanya merah, tetapi tanpa air mata, seakan sedang merasakan kesedihan yang mendalam.

Assyifa berjalan sambil dirangkul sang ibu. Baru sekitar 1 meter meninggalkan ruang sidang, tiba-tiba Assyifa berteriak histeris. Tak lama, tubuh Assyifa lunglai dalam pelukan sang ibu. Dia pingsan.

Wajah panik muncul dari ibu Assyifa dan petugas pengadilan yang ikut mendampingi keluar ruang sidang. Assyifa pun harus diungsikan ke ruang khusus di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Keluarga dan pengacara Assyifa ikut masuk. "Wartawan tidak boleh masuk ke dalam," ujar petugas pengadilan yang melarang awak media masuk ke ruangan itu.

Untuk diketahui, Assyifa Ramadhani dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun. "Menyatakan terdakwa Assyifa Ramadhani telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana dan menjatuhkan pidana selama 20 tahun," ujar Ketua Majelis Hakim Absoro di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

654 Warga Jakarta Pusat Harus Ubah Data Dokumen Kependudukan Imbas Perubahan Sejumlah Nama Jalan

654 Warga Jakarta Pusat Harus Ubah Data Dokumen Kependudukan Imbas Perubahan Sejumlah Nama Jalan

Megapolitan
JIS Butuh Biaya Operasional dan Perawatan Rp 60 Miliar, Wagub DKI: Memang Tidak Murah

JIS Butuh Biaya Operasional dan Perawatan Rp 60 Miliar, Wagub DKI: Memang Tidak Murah

Megapolitan
Keluhan Warga yang Terdampak Perubahan Nama Jalan di Cipayung, Semua Surat Harus Diganti dan Bikin Repot

Keluhan Warga yang Terdampak Perubahan Nama Jalan di Cipayung, Semua Surat Harus Diganti dan Bikin Repot

Megapolitan
Jumlah Penumpang Transjakarta, LRT, dan MRT Diklaim Naik Setelah Switch Over Stasiun Manggarai

Jumlah Penumpang Transjakarta, LRT, dan MRT Diklaim Naik Setelah Switch Over Stasiun Manggarai

Megapolitan
Alasan 3 Holywings Ditutup, Pemkab Tangerang: Ada yang Minta Bupati Cepat Menindak

Alasan 3 Holywings Ditutup, Pemkab Tangerang: Ada yang Minta Bupati Cepat Menindak

Megapolitan
Polisi Periksa Manajemen Bar di Jaksel yang Buat Promosi dengan Konten Prostitusi

Polisi Periksa Manajemen Bar di Jaksel yang Buat Promosi dengan Konten Prostitusi

Megapolitan
Rumah Kontrakan di Pulogebang Terbakar Gara-gara Obat Nyamuk yang Dibakar Anak Kecil, lalu Ditinggal Bermain

Rumah Kontrakan di Pulogebang Terbakar Gara-gara Obat Nyamuk yang Dibakar Anak Kecil, lalu Ditinggal Bermain

Megapolitan
Pencabutan Izin Holywings di Tangerang Akan Diurus Secepatnya, Pemkab: Sekarang Kita Tutup Dulu

Pencabutan Izin Holywings di Tangerang Akan Diurus Secepatnya, Pemkab: Sekarang Kita Tutup Dulu

Megapolitan
Kunjungi Kota Tua di Masa Libur Sekolah, Pelajar: Kemarin Ujiannya Susah Banget, jadi Mau 'Healing'...

Kunjungi Kota Tua di Masa Libur Sekolah, Pelajar: Kemarin Ujiannya Susah Banget, jadi Mau "Healing"...

Megapolitan
Jatuh dan Tertabrak Kendaraan Saat Menyalip, Seorang Pengendara Motor Tewas di Tempat di Bekasi

Jatuh dan Tertabrak Kendaraan Saat Menyalip, Seorang Pengendara Motor Tewas di Tempat di Bekasi

Megapolitan
Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 Sudah 12 Persen, Wagub DKI: Tetap Gunakan Masker

Tingkat Keterisian RS Rujukan Covid-19 Sudah 12 Persen, Wagub DKI: Tetap Gunakan Masker

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Kamar Kos Serpong Jual Ponsel Korban Rp 30.000 untuk Beli Makan

Polisi: Pembunuh Perempuan di Kamar Kos Serpong Jual Ponsel Korban Rp 30.000 untuk Beli Makan

Megapolitan
Layanan Publik Terintegrasi, Warga Jakarta Pusat Tak Perlu Khawatir Ubah Data Dokumen Imbas Pergantian Nama Jalan

Layanan Publik Terintegrasi, Warga Jakarta Pusat Tak Perlu Khawatir Ubah Data Dokumen Imbas Pergantian Nama Jalan

Megapolitan
Ini Motif di Balik Aksi 'Bullying' di Lapangan Sempur Bogor yang Viral di Medsos

Ini Motif di Balik Aksi "Bullying" di Lapangan Sempur Bogor yang Viral di Medsos

Megapolitan
BOR RS Covid-19 di Jakarta Capai 12 Persen

BOR RS Covid-19 di Jakarta Capai 12 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.