Banjir di Jakarta dan Kepedulian Kita

Kompas.com - 09/12/2014, 22:15 WIB
Stasiun Tanah Abang tergenang banjir, Jakarta, Sabtu (18/1/2014), Hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat 17 Januari 2014, mengakibatkan stasiun ini tergenang dan operasinya sempat dihentikan. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESStasiun Tanah Abang tergenang banjir, Jakarta, Sabtu (18/1/2014), Hujan yang melanda Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat 17 Januari 2014, mengakibatkan stasiun ini tergenang dan operasinya sempat dihentikan.
EditorHindra Liauw
Oleh:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan normalisasi sungai dan pengerukan waduk sebagai salah satu upaya mengantisipasi banjir di Ibu Kota.

Selain itu, Komando Pasukan Khusus mempersiapkan personel dan peralatan, juga melatih anggota Pramuka, untuk membantu warga Jakarta jika banjir datang. Berbagai langkah ini untuk menghadapi puncak musim hujan yang biasanya terjadi pada Januari dan Februari.

Dalam hal normalisasi sungai, pemerintah mulai menertibkan 375 bangunan sepanjang dua kilometer di sisi selatan Kali Sunter, Pulogadung, Jakarta Timur (Kompas, Selasa, 9 Desember 2014). Pada umumnya, penertiban berjalan lancar karena warga sudah membongkar sendiri bangunan yang didirikan di tepi kali itu. Penertiban bangunan di tepi sungai ini terus dilakukan di sejumlah lokasi.

Normalisasi 13 sungai yang mengalir di wilayah Jakarta ini sangat mendesak dilakukan sebagai upaya pengendalian banjir. Lebar sungai-sungai di Jakarta sudah makin menyempit akibat okupasi bangunan liar tak berizin. Kedalaman sungai-sungai di Jakarta juga makin berkurang akibat masuknya berbagai jenis sampah.

Selain menertibkan bangunan yang berada di tepi kali, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya mengeruk sejumlah waduk, salah satunya Waduk Pluit. Pengerukan besar-besaran dijadwalkan dimulai Januari 2015.

Ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sangat peduli pada upaya normalisasi 13 sungai. Dia mewujudkannya dengan mengerahkan ratusan ekskavator untuk mengeruk sungai serta menjalin hubungan dengan sejumlah pemerintah daerah di Bodetabek. Intinya, dibutuhkan komunikasi intensif antar-pemerintah daerah untuk mengendalikan banjir. Setelah menjabat Presiden, Joko Widodo diharapkan lebih mudah meminta para kepala daerah di Jabodetabek berkoordinasi menghadapi banjir.

Banjir yang merendam Ibu Kota sudah berulang kali terjadi. Bahkan, dalam sejarahnya ketika masih bernama Batavia, Jakarta sudah dilanda banjir pada 1621, 1654, 1873, dan 1918. Dalam tiga dekade terakhir ini, banjir besar yang melanda Jakarta terjadi pada 1979, 1996, 1999, 2002, 2007, dan 2013.

Banjir di Jakarta terus berulang karena secara topografi, 40 persen wilayah Jakarta terletak di dataran rendah. Ketinggian permukaan tanahnya bahkan lebih rendah dari elevasi pasang laut. Selain itu, banyak permukiman di Jakarta pada awalnya tempat penampungan air sementara. Pembangunan yang pesat di Jakarta dalam tiga dekade terakhir ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Daerah yang sebelumnya hutan kota dan penampung air kini berganti menjadi hutan beton dan permukiman padat.

Melihat kenyataan ini, sulit untuk menghilangkan banjir di Jakarta. Banyak upaya mengendalikan banjir. Pemerintah sudah membangun kanal banjir timur yang melindungi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara seluas 207 km persegi dari banjir besar akibat luapan sungai-sungai. Pemerintah juga membangun sodetan Sungai Ciliwung-kanal banjir timur yang mengalirkan sebagian air Sungai Ciliwung yang meluap saat mendapat air dari hulu pada musim hujan. Kanal sepanjang 1,27 km ini direncanakan selesai 2015.

Warga Jakarta juga perlu memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah di sungai supaya tidak menyumbat drainase. Mari bersama peduli menjaga Ibu Kota!

robert.adhiksp@kompas.com



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

[POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

Megapolitan
Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

Megapolitan
FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

Megapolitan
Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

Megapolitan
UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

Megapolitan
Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

Megapolitan
Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

Megapolitan
Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X