Kompas.com - 11/12/2014, 09:52 WIB
Personel Sat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan rekonstruksi pembunuhan Sri Wahyuni oleh tersangka Jean Alter Huliselan atau JAH (31) di tempat kejadian pertama kali, Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAPersonel Sat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan rekonstruksi pembunuhan Sri Wahyuni oleh tersangka Jean Alter Huliselan atau JAH (31) di tempat kejadian pertama kali, Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ibu Jati, pedagang nasi warteg yang berada sekitar 50 meter dari lokasi rekonstruksi pembunuhan Sri Wahyuningsih Madjid (41), meragukan rekonstruksi yang dilakukan pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta di Taman Brawijaya, Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).

Menurut dia, rekonstruksi sebanyak 38 adegan yang dilakukan langsung oleh Jean Alter Huliselan (31), teman kencan sekaligus pelaku pembunuhan, tidak tepat. Dia mengungkapkan, pembunuhan tidak dilakukan di sisi barat Taman Brawijaya. Sri dan Jean justru tertangkap basah sedang bercinta dalam mobil Freed milik Sri pada Sabtu (15/11/2014) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Kalau cuma berhenti di pinggir terus dicekek, saya rasa bohong. Soalnya, dia sempat ditegor sama sopir bajaj yang mangkal di sini," ujarnya menunjuk area tempat dikerumuni pihak kepolisian dan wartawan.

Wanita yang dipanggil Mba Yu itu bercerita, penggerebekan yang dilakukan oleh sejumlah sopir bajaj dan taksi yang biasa nongkrong di warungnya itu bermula dari kecurigaan adanya aktivitas di dalam mobil Honda Freed B 136 SRI milik Sri yang diparkir tidak jauh dari warungnya. Saat itu, kendaraan milik Sri tersebut terlihat bergoyang-goyang secara berulang dengan mesin tetap menyala. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, para sopir pun mencoba melongok kaca depan mobil dengan menggunakan senter kecil.

"Yang negur pertama adalah Mas Slamet. Dia sopir bajaj, orang Kebumen. Dia negur karena penasaran mobil itu goyang-goyang. Dia datengin tuh mobil. Sempet dia senter juga ke dalam mobil pake senter yang biasa nerawang batu (cincin)," ujarnya menirukan adegan.

Namun, seusai menerawang singkat, Slamet katanya berteriak "buka" dan mengetuk kaca jendela sebelah kiri kabin depan. Sambil terlihat memasang wajah galak, Slamet pun terdengar berteriak meminta kedua orang di dalam mobil, yang diketahui adalah Sri dan Jane, untuk keluar. Namun, hanya berselang dua menit, mobil melaju kencang ke arah Jalan Raya Antasari.

"Waktu itu, kacanya enggak dibuka, tetapi Mas Slamet sempat lihat dan cerita kalau ada orang yang mesum. Laki-lakinya kelihatan masih pakai baju, tetapi sudah buka celana. Nah, ceweknya udah buka baju, rebahan di jok kiri," urainya.

Sementara itu, berbeda dengan kesaksian Mba Yu, Warta Kota menyaksikan rekonstruksi bahwa pembunuhan terhadap ibu dari Yopie (18) dan Anggia Faradira (15) itu dilakukan saat mobil tengah diparkir di sisi Taman Brawijaya. Jean yang mengenakan baju tahanan oranye dengan memakai penutup wajah serta topi terlihat memeragakan detik-detik kematian Sri.

Dalam rekonstruksi, Jean terlihat membaringkan tubuh Sri pada jok penumpang depan sebelah kiri, dan mulai menaiki tubuh Sri yang terlihat diperagakan seorang anggota kepolisian dalam posisi telentang. Jean yang sudah di atas Sri segera mencekik leher perempuan tersebut selama tiga menit. Sri akhirnya tewas.

Seusai mengecek denyut jantung Sri dan memastikan bahwa perempuan tersebut sudah meninggal dunia, Jean terlihat kembali diborgol dan dikawal menuju lokasi rekonstruksi berikutnya, yakni tempat indekos Jean yang berlokasi di Jalan Benda Raya, Kemang, Mampang, Jakarta Selatan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Warta Kota
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Pertunjukan Barongsai Saat Perayaan Imlek di Vihara Amurva Bhumi Ditiadakan

Megapolitan
Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.