Kompas.com - 11/12/2014, 13:27 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
JAKARTA, KOMPAS.com - Erlita (36), ibunda Andi Audi Pratama (16), pelajar SMA 109 Jakarta, masih berduka atas kematian putranya. Berapa pun vonis hakim, kata dia, tidak akan memberikan rasa adil untuknya karena tidak bisa mengembalikan Andi.

"Berapa pun vonisnya, tak mengembalikan anak saya. Karena mengingat hilangnya nyawa anak saya secara sadis, berapa pun tahunnya, tetap enggak adil, enggak manusiawi," kata Erlita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2014) siang.

Kedua terdakwa, F dan R, menurut dia, tidak manusiawi menganiaya putra sulungnya itu hingga tewas. Dia mengaku lemas mendengar tuntutan jaksa kepada keduanya.

"Kalau harus segitu hukumannya, saya mau apa? Mungkin itu sudah pertimbangan mereka. Tapi hakim belum memutuskan. Kita lihat saja nanti apa putusan dari beliau," ujar Erlita.

Jika putusan majelis nanti tidak sesuai dengan Undang-undang, maka dirinya berencana mengajukan banding. Saat ini, kuasa hukumnya mengatakan, kedua terdakwa akan menjalani masa hukuman setengah orang dewasa karena masih di bawah umur.

"Mudah-mudahan ibu hakim melihat bahwa mereka bisa dihukum semaksimal mungkin supaya ada efek jera," harap dia.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menutut terdakwa F 3 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 6 bulan pelatihan kerja. Sementara terdakwa R dituntut 2 tahun dengan denda dan subsider yang sama.

Dari kasus ini, kedua terdakwa disangkakan melanggar Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terdakwa F mengakui telah menusuk Andi, sementara R mengaku hanya memegang stik golf yang dia dapat dari lawan saat berlangsungnya tawuran.

Terdakwa F dan R diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Andi yang ditemukan sekarat di sekitar Pejaten Village, beberapa waktu lalu. Dia mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam. Andi sempat dilarikan ke RS JMC di Pancoran. Malangnya, nyawanya tak tertolong meski sempat mendapat perawatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta, Polisi Sebut Para Pelaku Aniaya Adik Kelas

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 110 Kasus Harian Covid-19 di Depok, 865 Pasien Dirawat

Megapolitan
Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah 'Outlet' di Jakarta Disegel

Ini Tanggapan Manajemen Holywings Setelah "Outlet" di Jakarta Disegel

Megapolitan
3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

3 Fakta Penangkapan DJ Joice Saat Pesta Narkoba di Kamar Kos Kawasan Kemang

Megapolitan
UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

UPDATE 28 Juni: Tambah 53 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, 366 Pasien Dirawat

Megapolitan
Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Tandon Air Proyek LRT Jebol hingga Lukai 5 Orang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian

Megapolitan
Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Ribetnya Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pedagang: Kasihan Emak-emak yang Gaptek

Megapolitan
Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Khawatir Wabah PMK, Pedagang di Tangsel Kurangi Penjualan Hewan Kurban

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 'Outlet' Holywings di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Cerita Kebingungan Karyawan Holywings | Satpol PP Segel 12 "Outlet" Holywings di Jakarta

Megapolitan
Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Pemkot Sebut Holywings Bekasi Tak Punya Izin Penjual Langsung Minuman Beralkohol

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Berawan-Cerah Sepanjang Hari

Megapolitan
7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

7 Tempat Wisata di Jakarta Timur

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Utara Juli 2022

Megapolitan
6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

6 Tempat Wisata di Jakarta Selatan

Megapolitan
Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Lokasi Vaksin Booster di Jakarta Selatan Juli 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.