Kompas.com - 11/12/2014, 18:23 WIB
Jean Alter Huliselan (31) atau JAH, tersangka pembunuh Sri Wahyuni (42) tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (10/12/2014). JAH dijadwalkan menjalani rekonstruksi saat dia membawa mobil yang di dalamnya terdapat jenazah Sri, memasuki area bandara.
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERAJean Alter Huliselan (31) atau JAH, tersangka pembunuh Sri Wahyuni (42) tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (10/12/2014). JAH dijadwalkan menjalani rekonstruksi saat dia membawa mobil yang di dalamnya terdapat jenazah Sri, memasuki area bandara.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Otopsi terhadap jenazah Sri Wahyuni menunjukkan, ada luka sepanjang 8 sentimeter di leher perempuan berusia 42 tahun itu.

Luka itu diduga akibat cekikan tersangka pembunuh Sri, Jean Alter Huliselan (31) atau JAH. "Luka di leher panjangnya delapan sentimeter," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Kamis (11/12/2014).

Rikwanto menambahkan, proses rekonstruksi kasus ini telah dilaksanakan oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta, kemarin.

Soal pelimpahan kasus Sri ke Polda Metro Jaya, menurut Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Polisi Azhari Kurniawan, polisi belum memastikan kapan waktu pastinya.

Adapun rekonstruksi kasus ini telah digelar dengan total 35 adegan. Untuk rekonstruksi saat pembunuhan terjadi, di Jalan Prapanca Raya, dilakukan delapan adegan.

Dalam adegan tersebut, JAH kembali memperagakan bagaimana dia membunuh Sri dengan cara mencekik leher ibu dua orang anak itu selama kurang lebih tiga menit.

Sebelum JAH memutuskan membunuh Sri yang juga adalah teman dekatnya, mereka sempat bertengkar. Pertengkaran dimulai karena Sri merasa cemburu dan menuduh JAH berselingkuh. Tidak terima tuduhan itu, JAH kesal dan mencekik Sri di mobil Honda Freed perempuan itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Kasus Omicron Terdeteksi di Jakarta Selatan, Wali Kota Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Bertambah, Temuan Kasus Covid-19 Kini Ada di 90 Sekolah Jakarta

Megapolitan
Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Kasus Covid-19 di PN Depok Bertambah, 21 Pegawai Terkonfirmasi Positif

Megapolitan
Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Alasan Ibu Laporkan Anak yang Jual Kulkasnya: Saya Tak Kuat Lagi, Saya Diusir, Pantas Enggak?

Megapolitan
Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Kebakaran Hanguskan 26 Rumah di Tambora, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

UPDATE 25 Januari: Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 2.190, 9 Pasien Meninggal

Megapolitan
Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi 'Booster'

Pemkot Siapkan 60 RPTRA di Jakarta Selatan sebagai Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.