DPRD Tolak Wacana Pembangunan LRT, Ini Kata Ahok

Kompas.com - 19/12/2014, 11:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi narasumber dalam Talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, di Balaikota, Kamis (11/12/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi narasumber dalam Talkshow Strategi Tata Kelola Anggaran yang Efektif, di Balaikota, Kamis (11/12/2014).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Selamat Nurdin menolak wacana pembangunan light rail transit (LRT) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal itu disebabkan pembangunan LRT tidak ada di dalam konsep pola penataan transportasi makro Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun mengaku santai atas penolakan DPRD itu.
"Enggak apa-apa, nanti bisa kami tawarkan rencana pembangunan LRT ke swasta atau properti," kata Basuki, di Balaikota, Jumat (19/12/2014).

Ia menegaskan, pembangunan LRT tetap akan dilaksanakan. Sebab, lanjut dia, DKI memerlukan banyak moda transportasi massal untuk mengurai kemacetan.

Proyek LRT ini, kata Basuki, memang belum ada kajian teknis atau detail engineering design (DED). Namun, koridor perjalanan LRT sudah ada sehingga, lanjut dia, hanya tinggal mendorong pihak swasta untuk menjadi investor serta melakukan DED dan membangun proyek tersebut.

"Logikanya, kalau swasta mau (membangun LRT), kenapa kita enggak mau menerima? Mungkin tahun depan sudah mulai dibangun (LRT)," kata pria yang akrab disapa Ahok itu.

Di sisi lain, selain tidak sepakat, Selamat Nurdin juga mempertanyakan pihak swasta yang berencana ingin menjadi kontraktor proyek tersebut.

Menurut Selamat, publik harus mengetahui kualitas pihak swasta yang membangun LRT. Jika tidak, nantinya LRT bakal memiliki nasib sama seperti PT Jakarta Monorail yang gagal membangun monorel.

Sebagai informasi, Pemprov DKI ingin membangun LRT pada tahun depan. Ada tujuh jalur LRT yang diusulkan Pemprov DKI ke DPRD DKI.

Jalur-jalur tersebut disebut merupakan jalur yang padat penumpang dan bisa memindahkan warga yang tinggal di sekitarnya beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Anggaran yang dibutuhkan untuk tiap satu rute adalah sekitar Rp 7,5 triliun.

Ketujuh rute tersebut adalah:
1. Kebayoran Lama-Kelapa Gading (21,6 km) 
2. Tanah Abang-Pulo Mas (17,6 km) 
3. Joglo-Tanah Abang (11 km) 
4. Puri Kembangan-Tanah Abang (9,3 km) 
5. Pesing-Kelapa Gading (20,7 km) 
6. Pesing-Bandara Soekarno-Hatta (18,5 km) 
7. Cempaka Putih-Ancol (10 km)




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Siap Bantu Jakarta Sediakan Tempat Karantina

Megapolitan
Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Terkait Hoaks Obat Covid-19, Polisi Panggil Anji dan Hadi Pranoto Pekan Ini

Megapolitan
Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Warga Kabupaten Bekasi yang Tak Pakai Masker Bisa Kena Denda Maksimal Rp 250.000

Megapolitan
Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai  Ancaman

Dinkes Jakarta: Persepsi Masyarakat Belum Anggap Covid-19 sebagai Ancaman

Megapolitan
Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Pasang Wifi untuk Belajar Siswa Kurang Mampu, F-PAN Minta Pemprov DKI Lakukan Hal yang Sama

Megapolitan
Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Kasatpol PP DKI: 595 Tempat Usaha dan 60 Tempat Hiburan Langgar Aturan PSBB

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

PN Jakarta Barat Ditutup karena Covid-19, Sidang Lucinta Luna Ditunda

Megapolitan
Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Volume Penumpang KA Bandara Soekarno-Hatta Naik 93 persen

Megapolitan
Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Kekhawatiran Orangtua di Bekasi Saat Izinkan Anak Kembali Belajar di Sekolah

Megapolitan
Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Hati-hati Anggota Gadungan, Masyarakat Diminta Konfirmasi ke BNN jika Kerabatnya Ditangkap

Megapolitan
Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Gugus Tugas Tangsel Pastikan Rumah Lawan Covid-19 Tak Ditutup Selama Pandemi Belum Berakhir

Megapolitan
Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Pulang dari Rumah Sakit, Pasien Sembuh Covid-19 Tidak Boleh Langsung Berkeliaran

Megapolitan
Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Empat Anggota BNN Gadungan Sekap Remaja atas Tuduhan Narkoba, Orangtua Diperas Rp 20 Juta

Megapolitan
Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Politisi Gerindra Nilai Ganjil Genap di Jakarta Kontra Produktif

Megapolitan
Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Polisi Buru Kawanan yang Merampok di Warung Sembako Ciracas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X