Kompas.com - 22/12/2014, 19:49 WIB
Monumen Nasional, Jakarta Pusat Kompas.com/Uno KartikaMonumen Nasional, Jakarta Pusat
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Panitia penyelengaara Asian Games 2018 pada 7 Januari 2015 akan meluncurkan logo dan maskot ajang yang nantinya akan dihelat di Jakarta itu. Rencananya peluncuran akan digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

"Insya allah tanggal 7 Januari kami akan melakukan semacam kick off di Monas, termasuk logo dan maskot," kata Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan Silviana Murni, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2014).

Meski demikian, kata Silviana, panitia tidak akan memberikan bocoran mengenai gambaran seperti apa logo dan maskot yang nantinya akan diluncurkan, sampai nantinya tiba tanggal peluncuran tersebut.

"Tunggu tanggal mainnya. Kalau dibocorkan nanti enggak seru dong," kata Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono di tempat dan waktu yang sama.

Silviana menjelaskan, logo dan maskot yang akan diluncurkan merupakan hasil kreasi yang melibatkan ide-ide, baik dari Komite Olimpiade Indonesia (KOI) maupun Olympic Committee of Asia (OCA).

Logo dan maskot akan memuat nilai-nilai yang terkait dengan semangat penyelenggaraan Asian Games, dan juga unsur-unsur yang berciri khas Indonesia selaku negara tuan rumah.

"Logonya yang menentukan OCA, tetapi masukan masukan dari semua. Kemudian kita merancang ntar dikasih ke OCA. Yang jelas harus memenuhi berapa persyaratan, harus ada unsur tanah, air, udara, dan manusia. Tetapi local wisdom juga ada," ucap Silviana.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X