Kompas.com - 23/12/2014, 20:32 WIB
Para ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.

KOMPAS/LASTI KURNIAPara ibu dan anak binaan Komunitas Ciliwung Bersih melihat proses pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air bersih Ipal Pejompongan 1, Jakarta, Kamis (21/3/2013). Kunjungan tersebut adalah bagian dari kegiatan Palyja untuk menyambut peringatan Hari Air.
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus pencurian air di Jakarta Utara semakin masif dari waktu ke waktu. Hingga akhir 2014, jumlah temuan ilegal mencapai 1.480 titik atau separuh dari jumlah temuan di seluruh Jakarta, yaitu 2.600 titik.

”Jumlah kebocoran air di seluruh Jakarta mencapai 40 persen per tahun dan wilayah Jakarta Utara menyumbang lebih dari separuhnya. Bahkan, jumlah sebenarnya jauh lebih banyak daripada titik tersebut. Oleh karena itu, harus ada sinergi antarpihak yang berwenang,” kata Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta Mohamad Selim dalam penandatanganan kerja sama dengan Kepolisian Resor Jakarta Utara, di Jakarta, Senin (22/12).

Hadir dalam acara itu Penjabat Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi, Direktur Utama PAM Jaya Sriwidayanto Kaderi, dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara Komisaris Azhar Nugroho.

Menurut Selim, dengan jumlah petugas sekitar 20 orang, jumlah titik yang bisa ditemukan tidak mencapai 20 persen dari jumlah sebenarnya. ”Mungkin mencapai 10 kali lipat. Karena itu, kami akan menambah petugas dua kali lipat daripada sebelumnya,” tambahnya.

Data Aetra menunjukkan, dari 1.480 titik temuan, 69 persen di antaranya dilakukan pelanggan resmi. Sementara 31 persen lainnya dilakukan oleh oknum bukan pelanggan. Dari total temuan itu, sekitar 600.000 kubik air mampu diselamatkan.

Kendala terbesar, kata Selim, adalah banyaknya permukiman kumuh dan rendahnya pendapatan masyarakat. ”Dengan kerja sama kepolisian, kami berharap ada yang bisa ditindak dan membuat jera. Sebab, selama ini seperti susah ditangani,” kata Selim.

Kasat Reskrim Pores Jakarta Utara Azhar Nugroho menambahkan, pihaknya akan serius menangani hal ini. Ia berkomitmen memberantas pencurian air ke depan. ”Pencuri bisa dipidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara,” ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjabat Wali Kota Jakarta Utara Tri Kurniadi menambahkan, pihaknya berharap agar hal ini tidak hanya formalitas belaka, tetapi juga mampu berlanjut secara kontinu hingga pencurian air bisa ditangani.

Target 10 persen

Jumlah pencurian air di wilayah Strategic Bisnis Unit (SBU) Aetra Utara mencapai 46 persen. Pada 2015, Aetra menargetkan penurunan pencurian air sebesar 10 persen.

”Artinya, ada penurunan yang cukup besar. Tentunya hal tersebut memerlukan kerja keras dari semua pihak,” kata Dirut PAM Jaya Sriwidayanto Kaderi.

Menurut Sriwidayanto, hasil kerja selama ini belum memuaskan. Ia mengingatkan perlunya penambahan layanan. Penambahan pipa jaringan terus dilakukan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Rehabilitasi perpipaan dianggarkan sekitar Rp 30 miliar, terutama difokuskan di daerah yang rawan pencurian.

”Akan tetapi, penindakan pencurian air adalah yang utama. Sebab, dari target 10 persen itu, 7 persen mampu disumbang dari penyelamatan pencurian air,” kata Selim. (JAL)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Dinkes Tangsel Andalkan Kader Jumantik buat Tekan Kasus DBD

Megapolitan
Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.