Kompas.com - 25/12/2014, 12:42 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada di Gereja Santo Yosef, Matraman, Jakarta Timur dalam rangka peninjauan pengamanan misa malam natal, Rabu (24/12/2014) Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada di Gereja Santo Yosef, Matraman, Jakarta Timur dalam rangka peninjauan pengamanan misa malam natal, Rabu (24/12/2014)
|
EditorDesy Afrianti

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama untuk menerbitkan instruksi gubernur (Ingub) perihal pelarangan penggunaan tas plastik kresek di pusat belanja. Djarot mengatakan, pelarangan plastik kresek ini untuk menjaga lingkungan lebih baik lagi.

"Tas kresek itu hancurnya lama lho, sampai 30 tahun. Saya akan ngomong ke Pak Gubernur untuk membuat instruksi agar supermarket, warung, toko, dan pasar tidak lagi pakai kresek," kata Djarot, di rumah dinas Wakil Gubernur, di Jalan Besakih Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2014).

Djarot mengatakan, pelarangan itu akan diuji coba selama tiga bulan terlebih dahulu. Tujuannya agar para pengusaha dapat beradaptasi dan mencari alternatif lain untuk memproduksi plastik yang mudah didaur ulang.

Di sisi lain, Djarot mengaku tidak takut jika mendapat perlawanan dari pengusaha plastik kresek. Sebab, lanjut dia, nantinya mereka akan diarahkan untuk memproduksi plastik yang mudah hancur dan ramah lingkungan.

Pelarangan plastik kresek ini, kata Djarot, juga untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Ibu Kota. "Kamu lihat enggak di Ciliwung itu di sungainya banyak apa? Plastik banyak banget ada kursi, kasur jebol, itu susah untuk disaring dan enggak bisa hancur lho," kata Djarot lagi.

Oleh karena itu, ia juga mengimbau warga untuk membawa tas dari rumah jika berbelanja di pasar dan pusat belanja. "Saya tidak berpikir program ini untuk tiga tahun ke depan, tetapi saya berpikir untuk 20 tahun ke depan. Meskipun nanti saya sudah meninggal, anak dan cucu saya bisa merasakan hasil dari program ini," ujar Djarot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para Debt Collector Kini Kerja di Kosan

Polisi Gencar Gerebek Kantor Pinjol Ilegal, Para Debt Collector Kini Kerja di Kosan

Megapolitan
Masih Sosialisasi, Polisi Mulai Tilang Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kamis

Masih Sosialisasi, Polisi Mulai Tilang Pelanggar Ganjil Genap Mulai Kamis

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur | Dugaan Penyebab Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang

[POPULER JABODETABEK] LRT Jabodebek Tabrakan di Jakarta Timur | Dugaan Penyebab Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang

Megapolitan
Tukang Kebun Cabuli Anak Majikan Usia 6 Tahun di Kembangan

Tukang Kebun Cabuli Anak Majikan Usia 6 Tahun di Kembangan

Megapolitan
Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Pemkot Tangsel Klaim Belum Ada Kasus Covid-19 Selama Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 25 Oktober: Tambah 6 Kasus Covid-19 di Tangsel, 98 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Penipuan Modus Jual Black Dollar, WN Nigeria Diduga Terlibat Jaringan Internasional

Megapolitan
Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Disdik Tangsel Sebut Vaksinasi Covid-19 Pelajar Tingkat SMP Sudah 100 Persen

Megapolitan
Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Bocah 13 Tahun di Kembangan Diperkosa 4 Kali hingga Hamil

Megapolitan
Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Anies Ceritakan Kondisi Korban Kecelakaan Bus Transjakarta, Ada yang Harus Dioperasi

Megapolitan
Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Anies Minta Investigasi Kecelakaan Maut Transjakarta, Tak Ingin Terulang Lagi

Megapolitan
DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

DPRD Depok Godok 4 Raperda Baru, Salah Satunya Tentang Pesantren

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Pemkot Tangsel Bakal Izinkan Kantin Sekolah Beroperasi Saat PTM Terbatas

Megapolitan
Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Anies: Seluruh Biaya Pengobatan Korban Kecelakatan Bus Transjakarta Akan Ditanggung

Megapolitan
Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Kamar Kos Penagih Pinjol Ilegal Digerebek, Polisi: Korban Pinjam Rp 1 Juta, Bayar Rp 2 Juta, Ditagih Rp 20 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.