Survei Warga: Kebersamaan pada Malam Tahun Baru

Kompas.com - 31/12/2014, 15:52 WIB
Suasana di kawasan Bundaran Hotel Indonesia saat Car Free Night dalam rangka gelaran Jakarta Night Festival menjelang perayaan Tahun Baru 2013, Senin (31/12/2012) malam. Sebanyak 16 panggung disiapkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman - MH Thamrin untuk menghibur warga di malam pergantian tahun. (Tribun Jakarta/Jeprima) JEPRIMASuasana di kawasan Bundaran Hotel Indonesia saat Car Free Night dalam rangka gelaran Jakarta Night Festival menjelang perayaan Tahun Baru 2013, Senin (31/12/2012) malam. Sebanyak 16 panggung disiapkan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman - MH Thamrin untuk menghibur warga di malam pergantian tahun. (Tribun Jakarta/Jeprima)
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Entah di rumah ataupun di pusat keramaian, malam pergantian tahun akan lebih hangat jika dinikmati bersama dengan orang-orang dekat. Jakarta Night Festival yang telah diadakan selama dua tahun berturut-turut akan diselenggarakan kembali untuk mendekatkan warga Ibu Kota pada malam tahun baru.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas, 7 dari 10 responden akan merayakan datangnya tahun 2015 dengan berkumpul bersama keluarga dan sahabat di rumah. Acara keluarga yang menyenangkan dan akrab, seperti membakar ikan atau lainnya, umum dilakukan. Kegiatan lain yang bisa dipilih adalah membakar kembang api serta menyaksikan aneka program unggulan yang sudah disiapkan stasiun-stasiun televisi untuk menyambut pergantian tahun.

Krisna (52) menuturkan, lebih senang merayakan Tahun Baru di rumah dengan berkumpul bersama keluarga. ”Tahun Baru saat untuk bertemu keluarga karena sehari-hari susah untuk ketemu,” kata Krisna yang sudah mempunyai kebiasaan berkumpul pada malam Tahun Baru sejak kecil. Selain momen untuk bertemu semua anggota keluarga, juga ada tradisi membuat api unggun di keluarga Krisna sebagai simbol untuk membuang sesuatu yang buruk selama setahun.

Namun, bukan berarti semua warga metropolitan berdiam di rumah saat pengujung tahun. Tak sedikit warga yang menyempatkan menikmati malam Tahun Baru di luar rumah. Banyak tempat di Ibu Kota yang bisa dikunjungi, hanya saja tempat yang dipilih oleh kaum muda sedikit berbeda dengan golongan yang lebih berumur.


Setelah rumah, restoran dan kafe menjadi pilihan kelompok responden yang berusia 17-44 tahun. Supriyanto (38) biasa bertemu dengan teman-teman akrabnya di kafe saat malam Tahun Baru.

”Buat seru-seruan aja. Merayakan di rumah, acaranya bakar-bakaran saja, kurang seru”, kata pria yang tinggal di selatan Jakarta tersebut. Menurut Supri, merayakan Tahun Baru bersama teman tidak hanya untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk berbagi apa yang telah dilakukan selama setahun dan rencana ke depan.

Tempat selanjutnya yang juga menjadi tempat favorit kaum muda adalah tempat wisata, seperti Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan kawasan Puncak. Pilihan lainnya, sejenak menyempatkan diri berdoa di tempat ibadah. Ada juga responden yang berencana mengunjungi pusat keramaian di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin.

Bagi golongan responden yang lebih berumur, berdoa di tempat ibadah menjadi kegiatan yang paling favorit setelah bercengkerama dengan keluarga besar di rumah. Lokasi lain yang diminati oleh kelompok responden berusia 44 tahun atau lebih adalah tempat hiburan yang bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga, seperti Ancol, TMII, dan Puncak. Sekelompok kecil responden mengagendakan untuk mengunjungi pesta rakyat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin.

Jakarta Night Festival

Seperti tahun sebelumnya, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta menyelenggarakan pesta rakyat pada 31 Desember 2014. Selain untuk menyambut Tahun Baru, kegiatan ini bertujuan menyatukan berbagai kelompok masyarakat dari yang muda sampai tua, dari yang kaya sampai miskin. Pesta bernama Jakarta Night Festival (JNF) ini diselenggarakan di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin. Saat JNF berlangsung, kendaraan bermotor dilarang melintas di dua ruas jalan itu.

Acara JNF pada 2012 dan 2013 dinilai sukses menjadi pesta Tahun Baru yang bisa dinikmati siapa pun dan gratis. Apresiasi positif pun muncul dari masyarakat Ibu Kota. Sebanyak 62 persen responden menilai, perayaan JNF semakin baik dari tahun ke tahun.

Agar pengunjung JNF lebih nyaman, penanganan masalah kebersihan perlu ditingkatkan. Setelah JNF pada akhir 2012, sampah yang dihasilkan mencapai 7.150 ton dari volume sampah sehari-hari yang hanya 6.615 ton (Kompas, 2 Januari 2013).

Perayaan berikutnya, disediakan truk sampah, gerobak motor, dan terdapat tambahan petugas kebersihan. Namun, tetap saja masalah sampah belum terpecahkan, bahkan bau pesing masih menyeruak di beberapa pojok jalan setelah pesta usai. Selain kebersihan, keamanan dan pengaturan parkir kendaraan perlu dibenahi. (M PUTERI ROSALINA/LITBANG KOMPAS)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber KOMPAS
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X