Kompas.com - 05/01/2015, 15:36 WIB
Meteran parkir di Jalan H Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014). Kompas.com/Andri Donnal PuteraMeteran parkir di Jalan H Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014).
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Sistem parkir berbayar yang kini diterapkan di Jalan Agus Salim atau lebih dikenal dengan Jalan Sabang akan diperluas di beberapa wilayah di Jakarta. Namun, sistem pembayarannya tidak lagi menggunakan koin.

"Semua mesin baru meteran parkir akan menggunakan kartu elektronik, bukan lagi koin. Mesin yang lama pun pembayarannya akan diubah pakai kartu," ujar Direktur PT Mata Biru Wahyu Ramadhan, perusahaan pemasok meteran parkir, saat dihubungi pada Senin (5/1/2015).

Wahyu menuturkan, lokasi lainnya yang akan dipasang meteran parkir yaitu Jalan Kelapa Gading di Jakarta Utara, Jalan Falatehan di Jakarta Selatan, Jalan Pintu Kecil di Jakarta Barat, dan Jalan Balai Pustaka di Jakarta Timur. Totalnya adalah 138 mesin meteran parkir.

"Paling banyak nanti di Kelapa Gading, ada 90 mesin, 13 di Falatehan. Nah sisanya baru di dua tempat lainnya," urai dia.

PT Mata Biru, kata Wahyu, hanya memiliki mesin untuk tiga tempat, yaitu Jalan Sabang, Kelapa Gading, dan Jalan Falatehan. Wahyu menjelaskan, mesin-mesin tersebut akan didatangkan dari Swedia. Saat ini, sudah ada 20 mesin yang berada di Jakarta. Sementara itu, mesin yang lain akan didatangkan bertahap hingga akhir bulan ini.

"Mudah-mudahan, setelah mesin datang semua dan sistem pembayaran dengan kartu elektronik launching, maksimal, seminggu, semua sistem ini sudah bisa diterapkan," kata Wahyu.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Parkir Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan upaya untuk perjanjian kerja sama dengan enam bank untuk penerapan pembayaran dengan kartu elektronik. Keenam bank tersebut adalah Bank DKI, BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, dan Bank Mega.

"Setelah pengurusan perjanjian selesai, sistem parkir berbayar di tempat lainnya langsung dapat menggunakan pembayaran dengan kartu elektronik," kata dia.

Untuk tarif, sistem parkir berbayar di empat tempat lainnya akan sama seperti di Jalan Sabang, yaitu progresif Rp 5.000 per jam untuk mobil, dan Rp 2.000 untuk sepeda motor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Minibus Tabrak Jalur Sepeda Permanen, Kadishub DKI Sebut Sopir Mengantuk

Megapolitan
IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

IPM Kota Bogor Turun di Masa Pandemi, Pemkot Luncurkan Program Orangtua Asuh

Megapolitan
Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Pertahankan Keaslian Bangunan, Pengelola Minta Revitalisasi Tak Banyak Ubah Masjid Keramat Luar Batang

Megapolitan
Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Tak Mampu Bayar Setelah Berkencan, Sekuriti Tusuk PSK di Apartemen Ciputat

Megapolitan
Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Revitalisasi Masjid Keramat Luar Batang Hampir Rampung, Siap Dibuka untuk Shalat Id

Megapolitan
Rizieq Shihab 'Ngamuk' Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Rizieq Shihab "Ngamuk" Lagi ke Jaksa: Anda Pidanakan Maulid Nabi! Anda Ketakutan!

Megapolitan
Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Cerita Penyintas Covid-19 di Bogor Donasi Plasma Konvalesen Sambil Menunggu Buka Puasa

Megapolitan
Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Cerita Saksi Saat Polisi Gerebek Penginapan di Tebet Terkait Kasus Prostitusi Anak

Megapolitan
Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Dishub DKI: Penumpang Kendaraan Pribadi dan Bus Tak Wajib Tes Covid-19 pada Masa Pengetatan Mudik

Megapolitan
Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Polisi Telusuri Rekaman CCTV buat Cari Identitas Perempuan Pemotor yang Masuk Tol

Megapolitan
Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Jakarta Tak Berlakukan SIKM pada 22 April-5 Mei dan 18-24 Mei 2021

Megapolitan
Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Kasus Pembacokan Pemuda di Kalideres, Polisi Sebut Pelaku Bikin Senjatanya Sendiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X