Kompas.com - 07/01/2015, 12:30 WIB
Waktu libur lebaran, sebagian warga mengisinya dengan menaiki bus tingkat wisata, Rabu (30/7/2014). KOMPAS.com/Abba GabrillinWaktu libur lebaran, sebagian warga mengisinya dengan menaiki bus tingkat wisata, Rabu (30/7/2014).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penumpang bus tingkat wisata City Tour merasa kehilangan dengan tidak adanya pemandu dan polisi wisata di dalam bus tingkat itu. Salah seorang penumpang, Riana, memberi saran untuk menggantikan tugas dari pemandu wisata ini.

"Mungkin bisa ditaruh brosur-brosur supaya penumpang tetap dapat informasi," ujar Riana di Jakarta, Rabu (7/1/2015).

Dalam brosur tersebut, kata Riana, bisa diisi dengan informasi mengenai objek lokasi yang dilewati oleh bus tibgkat. Selain itu, bisa diisi juga dengan daftar halte-halte pemberhentian City Tour dan juga rute bus tersebut. Sehingga, penumpang dari Jakarta maupun luar Jakarta yang berniat menggunakan bus itu untuk berwisata tidak kehilangan informasi.

Walau demikian, kata Riana, keberadaan brosur sebagai pengganti pemandu wisata juga belum cukup. City Tour kehilangan 'Mpok Siti' yang menjadi ciri khas bus itu. "Tapi tetap saja, naik City Tour sambil mendengarkan penjelasan tour guide itu ada sensasinya. Berasa benar-benar wisata. Itu engga bisa digantikan sama brosur," ujar Riana.

Dulu, ketika penumpang masuk ke dalam bus tingkat City Tour, langsung ada pemandu wisata yang menyambut kedatangan mereka. Pemandu itu akan mempersilakan penumpang duduk dan memenuhi lantai bawah sebelum mencari duduk di lantai atas.

Tiap melewati objek tertentu, pemandu itu langsung menjelaskan tentang seluk beluk objek itu. Sekarang, tidak ada lagi pmandu wisata yang menyambut penumpang di City Tour. Ketika naik bus, penumpang mencari tempat duduk sendiri. Penumpang pun hanya menikmati perjalanan tanpa suara pemandu wisata yang biasanya ada di sana. Tidak ada lagi yang menjelaskan seputar objek yang dilewati. Suasananya tidak jauh berbeda dengan menaiki transjakarta atau transportasi umum lain.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebuah Kapal Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa

Megapolitan
Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Izin Belum Juga Turun, PA 212 Berencana Ubah Konsep Acara Reuni 212

Megapolitan
Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Korban Mutilasi di Kedungwaringin Bekasi Diduga Seorang Pria

Megapolitan
Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Potongan Tubuh Manusia Ditemukan di Kedungwaringin,

Megapolitan
Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Kecelakaan Saat Balap di Meikarta, Bamsoet: Alhamdulillah Aman

Megapolitan
Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Tutup Sumur Resapan di Cilandak Jebol padahal Baru Dibangun, Ini Alasan Dinas Sumber Daya Air DKI

Megapolitan
Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Jakarta Telah Capai Target 100 Persen Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Megapolitan
2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

2 Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Pintu Keluar Tol Bintaro

Megapolitan
Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Ada Senjata Tajam dan Stik Golf di Mobil Massa Pemuda Pancasila

Megapolitan
Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Polisi Bayar Rp 50 Juta ke LSM yang Memeras, Kompolnas Minta Propam Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh

Megapolitan
Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Luka di Tubuh Polisi yang Amankan Demo Pemuda Pancasila di DPR Diduga karena Pukulan Benda Tumpul

Megapolitan
Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Kapolres Jakpus: LSM Tamperak Paksa Keluarga Tersangka Bikin Testimoni Polisi Terima Suap

Megapolitan
Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Baru Dibangun, Tutup Sumur Resapan di Jalan Intan Cilandak Sudah Jebol

Megapolitan
LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

LSM Tamperak yang Peras Polisi Juga Pernah Datangi Kemenkeu dan BNN

Megapolitan
Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Saat Anies Tunjuk Elite Politik Jadi Panitia Formula E...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.