Kompas.com - 08/01/2015, 12:41 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada dalam bus transjakarta koridor I, Selasa (6/1/2015) Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berada dalam bus transjakarta koridor I, Selasa (6/1/2015)
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa semua pejabat DKI harus bisa bekerja dan melayani dengan hati.

Dia pun menawarkan tenggat waktu bagi pejabat yang merasa tidak cocok dengan pekerjaannya saat ini untuk memberikan surat pengunduran diri langsung kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

"Kalau merasa tidak suka, tidak siap, silakan, langsung kasih surat ke saya, Pak Gubernur, atau Pak Sekda. Ditunggu sampai hari Senin (12/1/2015) depan," kata Djarot saat berkunjung ke kantor administrasi Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015) siang.

Mantan Wali Kota Blitar itu menuturkan, dia akan lebih menghargai pejabat yang dengan terbuka menyatakan ketidaksiapannya dan langsung memberikan surat pengunduran diri dibandingkan dengan yang hanya memendam rasa tidak sukanya di dalam hati.

Djarot juga mengingatkan soal evaluasi per tiga bulan bagi semua pegawai negeri sipil (PNS) agar tidak sampai menurunkan kinerja di lapangan. Asalkan bekerja secara benar dan tepat, ucap Djarot, tidak akan ada masalah dan harus merasa yakin kalau tidak akan mengalami rotasi jabatan.

"Yang menentukan masa depan adalah kalian sendiri. Yang bisa menilai pertama kali adalah kalian. Tergantung pada kalian sendiri. Apakah kalian layak ditempatkan di tempat itu," tutur Djarot di depan jajaran pejabat DKI Jakarta Pusat.

Ada sebanyak 5.247 pejabat yang mengikuti lelang jabatan dan telah dilantik pada Jumat (2/1/2015) lalu di Silang Selatan Monas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Djarot menyebut jumlah perombakan pejabat struktural itu telah masuk dalam catatan Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) dan merupakan perombakan pejabat terbesar yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Banjir Rob di Jalan Lodan Raya Ancol Meluap hingga ke Rumah Warga

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Perombakan Direksi Belum Jadi Opsi

Megapolitan
Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Bertolak ke Bandung, Wapres Ma'ruf Amin Resmikan Monumen Covid-19

Megapolitan
Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Gudang Parkir Gerobak di Kampung Melayu Terbakar

Megapolitan
2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

2 Siswa SMK Tewas Saat Kebakaran Gedung Cyber, Pihak Sekolah: Kami Tanggung Jawab

Megapolitan
UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

UPDATE: Jakarta Tambah 41 Kasus Covid-19, Seorang Pasien Meninggal

Megapolitan
Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Pertama Kalinya, Depok Catat 0 Kasus Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Pemprov DKI Tunda Turnamen Sepakbola IYC 2021 karena Varian Omicron

Megapolitan
RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

RS Harapan Kita: Lulung Masuk Keadaan Sadar, lalu Alami Pemburukan

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta Hujan Disertai Angin Kencang

Megapolitan
RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos 'Lulung Dibuat Koma' Setelah Serangan Jantung

RS Harapan Kita Klarifikasi Kabar di Medsos "Lulung Dibuat Koma" Setelah Serangan Jantung

Megapolitan
Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.