Gedung-gedung di Jalan Sudirman Tidak Mampu Tampung Motor Lagi

Kompas.com - 09/01/2015, 15:38 WIB
Lokasi parkir liar yang bersebelahan dengan parkir resmi Annex Permata dekat Plaza Permata. Lokasi parkir liar ini lebih diminati dibanding parkir resmi karena lebih terjangkau tarifnya. Rabu (17/12/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusLokasi parkir liar yang bersebelahan dengan parkir resmi Annex Permata dekat Plaza Permata. Lokasi parkir liar ini lebih diminati dibanding parkir resmi karena lebih terjangkau tarifnya. Rabu (17/12/2014).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Gedung-gedung di sepanjang Jalan Sudirman akan dipersiapkan untuk digunakan sebagai lahan parkir bagi pengendara motor. Hal ini merupakan alternatif yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap peraturan pelarangan sepeda motor yang diperpanjang hingga Bundaran Senayan.

Mengenai hal ini, pengelola salah satu gedung di Jalan Sudirman, yaitu Plaza Asia, menyatakan ketidaksiapan mereka bila gedung digunakan sebagai tempat parkir motor di luar tenant mereka.

"Kapasitas kami untuk motor itu sebenarnya sekitar 400. Tapi, sekarang karena makin banyak bisa sampai 700," ujar Chief Tenant Relation & Legal Plaza Asia, Cece Heryadi, di Plaza Asia, Jumat (9/1/2015).

Lahan parkir yang ada di Plaza Asia hanya cukup untuk para pekerja di gedung itu saja. Jika Plaza Asia dipilih sebagai lahan parkir alternatif bagi masyarakat umum nantinya, kata Cece, Plaza Asia tidak bisa menyanggupi kebijakan itu.

Keadaan seperti ini juga terjadi di hampir semua gedung sepanjang Jalan Sudirman. Cece membandingkan dengan lahan parkir di Menara Sudirman. Di sana, kapasitasnya lebih kecil lagi. Bahkan, ada gedung yang malah tidak memiliki lahan parkir untuk motor. Tidak jarang pekerja yang berkantor di sana harus menitipkan motor di Plaza Asia.

"Sampai mereka rela motornya lecet karena memang susah cari tempat parkir," ujar Cece.

Saat ini, pengelola Plaza Asia bahkan ingin membuat aturan bagi tenant mereka. Cece mengatakan ingin membatasi hanya 12 sepeda motor saja yang boleh diparkir di Plaza Asia untuk masing-masing perusahaan di Plaza Asia. Sementara itu, ada 131 perusahaan yang menyewa kantor di Plaza Asia.

"Kita sendiri ingin mengurangi motor di dalam gedung. Tolong jangan ditambah dulu," ujar Cece.

Pantauan Kompas.com, pintu masuk bagi pengendara motor di Gedung Plaza Asia memang melalui SCBD, bukan Jalan Sudirman. Gedung ini pun berpotensi menjadi salah satu lahan parkir bagi pengendara motor yang dilarang melintas Jalan Sudirman karena bisa dimasuki tanpa melalui Jalan Sudirman.

Sementara itu, gedung lain, seperti Menara Sudirman, memiliki pintu masuk sepeda motor, tepat di depan gedung yang berada di Jalan Sudirman. Jika motor dilarang melintas, pekerja yang membawa motor ke gedung ini akan kesulitan.

Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mendata gedung-gedung di Jalan Sudirman yang memiliki kapasitas parkir yang besar. Hal itu sebagai persiapan sebelum diberlakukannya pelarangan sepeda motor di jalan tersebut yang rencananya dimulai setelah tanggal 17 Januari mendatang.

"Mulai sekarang, harus kita siapin sepanjang Sudirman itu. Nanti, gedung-gedung mana, kita inventarisasi dulu. Datanya ada di UPT Parkir," kata Kepala Dinas Perhubungan Benjamin Bukit, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Benjamin menyatakan, Jalan Sudirman merupakan satu-satunya jalan yang menjadi jalan perluasan dari area pelarangan sepeda motor, yang saat ini tengah diterapkan di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

Megapolitan
Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

Megapolitan
Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

Megapolitan
Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

Megapolitan
Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

Megapolitan
Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

Megapolitan
Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

Megapolitan
Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

Megapolitan
5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

Megapolitan
FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

Megapolitan
Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

Megapolitan
Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

Megapolitan
Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

Megapolitan
Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X