Kompas.com - 09/01/2015, 15:50 WIB
Bus tingkat wisata melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk diperkenalkan kepada masyarakat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari. TRIBUNNEWS/HERUDINBus tingkat wisata melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk diperkenalkan kepada masyarakat, Kamis (16/1/2014). Pemprov DKI Jakarta mendatangkan lima bus tingkat dari China untuk meningkatkan pariwisata, yang akan mulai dioperasikan awal Februari.
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Bus tingkat wisata atau yang biasa disebut City Tour Jakarta mulai dikelola PT Transjakarta mulai Jumat (9/1/2015) ini. Sebelumnya bus tingkat wisata ini dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

"Hari ini bus wisata mulai dikelola PT Transjakarta," kata Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih, di Balaikota, Jumat (9/1/2015). 

Kemudian apa perbedaan pengelolaan bus wisata di bawah kendali PT Transjakarta dan Disparbud DKI?

Kosasih menjelaskan, sistem pengelolaan bus wisata oleh PT Transjakarta saat ini masih sama dengan yang diterapkan oleh Disparbud DKI. Hingga saat ini, lanjut dia, PT Transjakarta akan memaksimalkan fungsi lima unit bus tingkat wisata yang ada.

Pihaknya pun belum berencana untuk menambah unit bus tingkat wisata dan menambah rute lain selain Bunderan Hotel Indonesia (HI)-Pasar Baru. Sementara untuk penambahan rute, lanjut dia, akan didiskusikan lebih lanjut dengan Dinas Perhubungan DKI dan Disparbud DKI Jakarta.

"Misalnya dikaji apakah nanti bus itu akan berhenti di mall. Siapa tahu banyak turis yang tertarik belanja di mall dan nanti disiapkan marka untuk menaikkan menurunkan penumpang di depan mall," kata Kosasih. 

Sementara untuk keberadaan pemandu wisata, menurut Kosasih, akan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat ini tidak ada anggaran pemandu wisata di Transjakarta, tapi kalau peran pemandu wisata itu diperlukan ya bisa saja saya geser anggaran lain untuk pemandu wisata. Saya akan diskusikan pihak yang mengerti soal pemandu wisata," kata Kosasih.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Keluarga Korban Kecelakaan Minta Transjakarta Perketat Perekrutan Sopir Bus

Megapolitan
Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Anak-anak Jadikan Lokasi Banjir di Jalan Tegal Parang V sebagai Tempat Bermain

Megapolitan
Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Perbaikan Jembatan GDC Depok yang Ambles Ditargetkan Rampung 2 Bulan Lagi

Megapolitan
Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Ini Lokasi Bengkel Uji Emisi di Jakarta Selatan

Megapolitan
Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Satu Jam Diguyur Hujan, Jalan Tegal Parang V Langsung Terendam Banjir

Megapolitan
Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Antisipasi Banjir, Puluhan Petugas PPSU Bersihkan Empat Saluran Air di Pademangan

Megapolitan
Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Syarat PCR Buat Naik Kereta, Warga: Enggak Masalah Kalau di Bawah Rp 100.000

Megapolitan
Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Cegah Kecelakaan Kembali Terjadi, Transjakarta Diminta Pastikan Kesehatan Sopir

Megapolitan
Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Depresi karena Sakit, Pria 29 Tahun Berupaya Lompat dari Lantai 4 RS di Menteng

Megapolitan
Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Wacana Wajib Bawa Tes PCR, Penumpang Bus: Jangan Sampai Masyarakat Terbebani

Megapolitan
Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Korban Tewas Kecelakaan Bus Transjakarta, Baru Antar Lamaran Kerja dan Hendak Menemui Anak

Megapolitan
Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Ditinggal Penghuni Keluar Kota, Rumah di Kompleks Batan Indah Tangsel Kebakaran

Megapolitan
Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Mulai Besok Polisi Sanksi Tilang Pelanggar Ganjil-Genap

Megapolitan
Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Curanmor di Cengkareng, Pelaku Terekam CCTV Sedang Dorong Motor Curian

Megapolitan
Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Turap Longsor di Tapos Depok Halangi Aliran Kali, 3 RW Terancam Banjir

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.