Kesaksian Korban Pohon Tumbang di Kebun Raya Bogor, 4 Orang Tewas

Kompas.com - 11/01/2015, 14:31 WIB
Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut. KOMPAS/ANTONY LEEKejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut.
|
EditorHeru Margianto

BOGOR, KOMPAS.com
— Sebuah pohon tua koleksi Kebun Raya Bogor berjenis Agatis tumbang dan menimpa puluhan pengunjung di lokasi tersebut, Minggu (11/1/2015). Empat orang meninggal, sementara 21 orang lainnya luka-luka. (Baca: Pohon di Kebun Raya Bogor Tumbang, 4 Orang Tewas)

Informasi yang diperoleh, pohon yang memiliki diameter 200 cm itu roboh sekitar pukul 10.00 WIB, tepatnya di area Jalan Astrid, hanya berjarak 500 meter dari Pintu Masuk III Kebun Raya Bogor.

Pohon tua yang tumbang itu menimpa pengunjung yang sedang berada tepat di bawah pohon tersebut. Baik korban meninggal maupun luka-luka langsung dilarikan ke Unit Gawat Darurat RS PMI Kota Bogor.

Salah satu korban yang selamat dalam kejadian itu, Yudi, mengatakan, saat peristiwa itu terjadi, para korban yang merupakan karyawan dari PT Assalta Mandiri Agung tengah berkumpul di bawah pohon itu.


"Kami sedang kumpul di situ dan membahas soal UMK. Tiba-tiba saja pohonnya langsung tumbang," kata Yudi.

Ia menambahkan, beberapa rekannya juga sempat terjepit batang pohon. Namun, kemudian ia dan beberapa teman lainnya langsung menolong dan mengevakuasi rekan-rekannya yang terjepit.

"Kejadiannya cepat sekali. Sempat ada suara pohon retak. Banyak yang tertimpa," tutur Yudi.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Tengah Kompol Victor mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Saksi dari buruh atau karyawan rombongan dari PT Assalta sudah kita mintai keterangan, sedangkan pihak manajemen Kebun Raya Bogor masih dimintai keterangan," ucap Victor.

Kepala Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor, Didik Widyatmoko, membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini dirinya sedang berada di Rumah Sakit PMI untuk melihat korban.

"Ya, saya saat ini sedang di Rumah Sakit PMI. Saya belum bisa memberikan keterangan karena sedang mengurus ini dulu," kata dia, saat dihubungi.

Informasi yang didapat, keempat korban tewas itu atas nama Sarijo (39), Surjana (42), Supriyono (32), dan Saefulloh (43).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Ketua DPC Hanura Didorong Partainya Ikut Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Anggarannya Sempat Dicoret, Disdik DKI Usulkan SMK Pariwisata jadi Sekolah Asrama

Megapolitan
Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Bocah yang Hanyut di Kali Angke Ciputat Ditemukan 13 Meter dari Lokasi Awal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X