Kompas.com - 11/01/2015, 20:19 WIB
Seorang pekerja sedang membersihkan kotoran yang melekat di Patung Arjuna Wijaya sebelum direnovasi, Sabtu (11/6/2005). Pada 2003 patung karya seniman Nyoman Nuarta yang dibangun tahun 1987 direnovasi dengan biaya Rp 4 miliar. KOMPAS/AGUNG YUNIADHISeorang pekerja sedang membersihkan kotoran yang melekat di Patung Arjuna Wijaya sebelum direnovasi, Sabtu (11/6/2005). Pada 2003 patung karya seniman Nyoman Nuarta yang dibangun tahun 1987 direnovasi dengan biaya Rp 4 miliar.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kalau Anda melintas di persimpangan yang memisahkan Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Anda akan melihat sebuah patung kereta kuda dengan air mancur di tengah jalan. Patung itu adalah Patung Arjuna Wijaya atau Patung Asta Brata.

Tahukah Anda kisah pembuatan patung itu? Perancang Patung Arjuna Wijaya, Nyoman Nuarta, menceritakan, patung dibangun sekitar tahun 1987, usai lawatan kenegaraan Presiden Indonesia ketika itu, Soeharto dari Turki.

Menurut Nyoman, di Turki, Soeharto mendapati banyak monumen yang menjelaskan tentang cerita-cerita masa lalu dari negara tersebut di jalan-jalan protokolnya. Soeharto baru menyadari hal yang sama belum ia jumpai di ruas jalan-jalan protokol di ibu kota negara, Jakarta.

"Pak Harto waktu itu bilang jalan-jalan protokol kita belum punya monumen yang ada cerita filsafatnya. Dia kemudian nyuruh cari dong cerita yang memuat fillsafat Indonesia. Akhirnya kita bikinlah dari kisah Perang Baratayuda," kata Nyoman saat prosesi pembukaan kembali Patung Arjuna Wijaya pasca-renovasi, Minggu (11/1/2015) sore. (Baca: Air Patung Arjuna Wijaya Kembali Mancur). 

Menurut Nyoman, proses pembuatan Patung Arjuna Wijaya dikerjakan oleh sekitar 40 orang seniman. Pengerjaannya dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Patung terbuat dari tembaga.

"Biaya pembuatannya habis sekitar Rp 290-an Juta, hampir Rp 300 Juta. Itu harga tahun 1987," ucap pria kelahiran Bali itu.

Patung Arjuna Wijaya menggambarkan dua tokoh dari kubu Pandawa, Arjuna dan Batara Kresna sedang menaiki kereta kencana yang ditarik delapan ekor kuda. Keduanya digambarkan sedang berada dalam situasi pertempuran melawan Adipati Karna yang berasal dari kubu Kurawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Bus Sepolwan Tabrak Dahan Pohon, 3 Murid Polwan Terluka Kena Pecahan Kaca

Megapolitan
Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Jabat Ketua Presidium JKPI, Bima Arya Akan Benahi Pelestarian Budaya dan Pusaka di Indonesia

Megapolitan
Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Kecelakaan Berulang, TransJakarta Gandeng KNKT Audit Operasional

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Tangsel 82,9 Persen

Megapolitan
Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Serapan APBD Kabupaten Bekasi 2021 Hanya 60,79 Persen, Pemkab: Tahun Depan Harus Serius

Megapolitan
Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Bandar Sabu Jaringan Internasional Akui Tabrak Lari Polisi di Tol Palikanci

Megapolitan
Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Warga Diminta Mengungsi Selama Evakuasi Crane Terguling di Depok

Megapolitan
Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Empat Bandar Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap, Sabu Senilai Rp 91 Miliar Disita

Megapolitan
Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Kumpul di Bogor, 40 Kepala Daerah Bahas Isu Budaya

Megapolitan
Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Diminta Jokowi Tak Sowan ke Ormas, Polda Metro: Kami Sudah Laksanakan Jauh-jauh Hari

Megapolitan
Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Polisi yang Tembak Dua Orang Belum Jadi Tersangka dan Ditahan

Megapolitan
19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

19 WNA Dilarang Masuk Indonesia lewat Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Persiapan Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD Cengkareng: Kamar dan Alat Siap

Megapolitan
UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

UMK Bekasi Naik Rp 33.000, Wali Kota Pepen: Kita Patut Bersyukur

Megapolitan
Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Kecelakaan Berulang Bus Transjakarta, Anggota DPRD: Direksi Harus Dicopot!

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.