"Heran, Kebun Raya Bogor Tak Pakai IPB untuk Cek Kondisi Pohon" - Kompas.com

"Heran, Kebun Raya Bogor Tak Pakai IPB untuk Cek Kondisi Pohon"

Kompas.com - 12/01/2015, 17:05 WIB
KOMPAS/ANTONY LEE Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut.

BOGOR, KOMPAS.com — Arsitektur Lansekap, Nirwono Joga, menyebut ada Standar Operasional Procedure (SOP) yang terlewat oleh Kebun Raya Bogor sehingga ada pohon yang tumbang namun tidak terdeteksi sebelumnya. Jika Kebun Raya Bogor (KRB) tak melanggar SOP, kata dia, semestinya tak ada lima pengunjung tewas pada Minggu (11/1/2015).

Kepada Wartakotalive.com, Kepala Subbagian Kebun Raya Bogor Rosniati Apriano Risna menyebut, pihaknya tak memiliki alat pendeteksi keropos. Sehingga, tak tahu batang pohon damar yang tumbang dan menewaskan lima orang telah keropos. Sebab dari luar terlihat baik.

Namun, bagi Nirwono Joga, itu justru kelihatan konyol. Sebagai sebuah lokasi rekreasi, semestinya KRB memiliki peta kerawanan pohon-pohon koleksinya. "Ini kan ada kelalaian namanya," kata Nirwono, Senin (12/1/2015).

Padahal memetakan kerawanan pohon, terutama tingkat kekeroposon pohon adalah SOP utama di tempat rekreasi. Apalagi, sekelas Kebun Raya Bogor. Sebab itu menyangkut keamanan bagi pengunjung.

"Saya heran, padahal di Bogor itu ada IPB. Di IPB itu ada laboratorium pohon. Kami saja Jakarta selalu memakai orang-orang IPB untuk mengecek kondisi pohon di Jakarta. Kok KRB justru tidak kerjasama dengan IPB," ucap Nirwono terheran-heran. (Theo Yonathan Simon Laturiuw)


EditorAna Shofiana Syatiri

Terkini Lainnya


Close Ads X