Kompas.com - 13/01/2015, 06:29 WIB
Taman Ismail Marzuki yang ada di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat. KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARITaman Ismail Marzuki yang ada di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat.
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Seniman patung Nyoman Nuarta menilai langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengambil alih pengelolaan Taman Ismail Marzuki (TIM) dari para seniman sudah tepat. Sebab, kata Nyoman, pengelolaan tempat, meskipun itu tempat untuk kesenian, memang sudah seharusnya tidak diurus oleh para seniman.

Perancang Patung Arjuna Wijaya ini mengambil contoh mengenai pengelolaan studio keseniannya di Bandung. Menurut Nyoman, ia tidak mengurus hal-hal yang terkait dengan manajemen pengelolaan studio, sebab ia menyadari hal itu bukan menjadi keahliannya.

"Di studio saya yang urus manajemennya bukan saya, karena saya tidak handal di bidang itu. Jadi saya serahkan ke orang yang ahli, yang ngerti urus pajak dan segala macam. Masa seniman mau mengurus hal yang seperti itu? Seniman kan lebih bagus mengurus hal yang memang berkaitan dengan seni," kata dia kepada Kompas.com, Senin (12/1/2015).

Atas dasar itulah, Nyoman menyarankan agar para seniman-seniman di TIM tidak mempermasalahkan pembentukan Unit Pengelola Teknis (UPT) TIM yang nantinya akan mengelola tempat tersebut. Ia yakin unit tersebut akan bisa mengelola TIM dengan lebih profesional.

"Kita juga harus lihat, senimannya mampu enggak? Ada enggak pengalamannya? Terus cara pengelolaan dari DKI seperti apa? Selama profesional kenapa enggak," ucap pria yang hasil karyanya banyak tersebar di beberapa kota itu.

Sebagai informasi, baru-baru ini para seniman di TIM sepakat menolak Peraturan Gubernur Nomor 109 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pengelola PKJ TIM yang akan mengambil alih pengelolaan TIM dari mereka. Para seniman berpendapat kehadiran UPT akan mengerdilkan kebebasan berkarya.

Mereka menganggap keberadaan UPT secara otomatis akan memunculkan kekuasaan pemerintah di TIM. Dengan demikian, seniman tidak mendapat kebebasan untuk berkarya karena biasanya retribusi meningkat. (Baca: Ahok Cabut Izin Pengelolaan Taman Ismail Marzuki dari Seniman)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Terima 23 Aduan Pungli Bansos di Kota Tangerang

Polisi Terima 23 Aduan Pungli Bansos di Kota Tangerang

Megapolitan
Puluhan Kios dan Lapak Rongsokan Terbakar di Bekasi Timur

Puluhan Kios dan Lapak Rongsokan Terbakar di Bekasi Timur

Megapolitan
Moge Kawasaki ER-6N Tabrak Motor di Bintaro, Pengendara Beat Tewas di Tempat

Moge Kawasaki ER-6N Tabrak Motor di Bintaro, Pengendara Beat Tewas di Tempat

Megapolitan
Motor Kurir Dicuri, Paket Senilai Rp2,7 Juta Juga Raib Digondol Maling

Motor Kurir Dicuri, Paket Senilai Rp2,7 Juta Juga Raib Digondol Maling

Megapolitan
Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung Mulai Beroperasi

Pasar Induk Buah dan Sayur Jatiuwung Mulai Beroperasi

Megapolitan
Anies Sebut Tren Kematian Pasien Covid-19 Turun, tapi Masih di Atas 100 Kasus Per Hari

Anies Sebut Tren Kematian Pasien Covid-19 Turun, tapi Masih di Atas 100 Kasus Per Hari

Megapolitan
Anies Kabarkan Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19

Anies Kabarkan Dua Harimau Sumatera di Ragunan Terpapar Covid-19

Megapolitan
Pemprov DKI Minta Polisi Usut Peleton Road Bike Melintas di JLNT Antasari

Pemprov DKI Minta Polisi Usut Peleton Road Bike Melintas di JLNT Antasari

Megapolitan
UPDATE: Tambah 315 Kasus di Kota Tangerang, 5.249 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 315 Kasus di Kota Tangerang, 5.249 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: 1.024 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 29 Pasien Meninggal

UPDATE: 1.024 Kasus Baru Covid-19 di Depok, 29 Pasien Meninggal

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Dua Lapak Barang Bekas dan 9 Pintu Kontrakan di Kalideres Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Dua Lapak Barang Bekas dan 9 Pintu Kontrakan di Kalideres Terbakar

Megapolitan
UPDATE: 279 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 7 Pasien Meninggal

UPDATE: 279 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi, 7 Pasien Meninggal

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Jakarta Capai Target Lebih Cepat dari Rencana Jokowi

Vaksinasi Covid-19 Jakarta Capai Target Lebih Cepat dari Rencana Jokowi

Megapolitan
Viral Video Peleton Road Bike Terobos Masuk JLNT Antasari

Viral Video Peleton Road Bike Terobos Masuk JLNT Antasari

Megapolitan
Vaksin Akan Jadi Syarat Aktivitas di Jakarta, Bagaimana Penyintas Covid-19 dan Orang Berpenyakit Tertentu?

Vaksin Akan Jadi Syarat Aktivitas di Jakarta, Bagaimana Penyintas Covid-19 dan Orang Berpenyakit Tertentu?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X