Kompas.com - 14/01/2015, 22:27 WIB
Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut. KOMPAS/ANTONY LEEKejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut.
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor Kota masih menyelidiki penyebab tumbangnya pohon di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/1/2015) kemarin. Akibat kejadian itu, enam orang tewas tertimpa pohon yang mengalami keropos di bagian dalam batangnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Aulia Jabbar mengatakan, setelah melakukan olah tempat terjadinya perkara, polisi belum bisa menyimpulkan penyebab tumbangnya pohon damar (Agathis borneensis) berusia 100 tahun itu. Polisi sudah memeriksa dua saksi dari pihak rombongan korban, yaitu karyawan PT Asalta Mandiri Agung dan satu orang dari pihak Kebun Raya Bogor.

”Kami belum bisa memastikan apa penyebabnya. Nanti kami akan memeriksa petugas yang sehari-hari mengurus pohon tersebut. Kami juga akan meminta pendapat saksi ahli yang memiliki kompetensi tentang pohon,” ujar Ajun Komisaris Aulia saat dihubungi, Rabu (14/1/2015).

Menurut dia, dibutuhkan penyelidikan lebih mendalam lagi untuk mengetahui prosedur operasi standar perawatan pohon. Dari situ, baru dapat diketahui apakah ada unsur kelalaian sehingga bisa menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Selain menewaskan enam orang, tumbangnya pohon itu juga menyebabkan 24 orang luka-luka. Seluruh korban adalah karyawan perusahaan suku cadang PT Asalta Mandiri Agung yang sedang berkumpul untuk membicarakan masalah upah minimum kota (UMK).

Pengelola Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan santunan senilai Rp 15 juta kepada keluarga korban tewas akibat kejadian tersebut.

Kebun Raya Bogor juga berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan korban yang masih dirawat di RS PMI Bogor dan rumah sakit lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengenai penyebab tumbangnya pohon, pengelola mengakui tidak mengetahui kondisi riil kesehatan pohon. Hal itu karena pengecekan kesehatan pohon didasarkan pada pengamatan visual fisik pohon semata. Mereka belum menggunakan alat bantu untuk mengetahui kondisi bagian dalam pohon.

”Setelah kejadian ini, kami akan memetakan pohon mana saja yang rawan tumbang. Pengamatan tidak hanya visual, tetapi menggunakan alat semacam bor,” ujar Kepala Pusat Konservasi Kebun Raya Bogor LIPI Didik Widyatmoko.

Didik menambahkan, pemetaan itu akan dilakukan di area strategis yang sering dipadati pengunjung. Selama proses identifikasi, Kebun Raya Bogor tetap dibuka untuk umum.

Sementara itu Pemerintah Kota Jakarta Selatan memeriksa dan memangkas cabang-cabang pohon. Pada Selasa (13/1), puluhan pohon di Jalan Kampus Stekpi, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, dipangkas. (DEA/DNA)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Soal Warga Koja Keracunan Nasi Kotak, PSI: Kami Bertanggung Jawab dan Tidak Lari

Megapolitan
Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Galeri Nasional Buka untuk Umum Mulai Kamis

Megapolitan
Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tahan 3 Pejabat Terkait Kasus Korupsi

Megapolitan
Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Wajib Tes PCR, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Menurun

Megapolitan
Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Pemprov DKI Pastikan Tak Akan Ada Laboratorium yang Bandel Pasang Tarif PCR di Atas Rp 275.000

Megapolitan
Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Jakarta Urutan 28 soal Indeks Kebebasan Pers, Ini Respons Wagub DKI

Megapolitan
UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 27 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 95 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Wagub DKI: Jakarta Segera Merespons Penurunan Biaya Tes PCR Jadi Rp 275.000

Megapolitan
Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Lantik Akhmad Marjuki Jadi Wakil Bupati Bekasi, Ridwan Kamil Minta Jaga Integritas

Megapolitan
Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Warga Perumahan di Tangerang Protes Pemetaan Google Street View: Petugas Pakai Surat Endorse

Megapolitan
Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir di 30 Titik Rawan Terendam

Megapolitan
Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Operasi Pangan Murah, 80 Warga Kelapa Gading Beli Sembako Setengah Harga

Megapolitan
UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

UI dan PBNU Teken Kerja Sama, Said Aqil: Saya Khawatir Radikalisme Tumbuh Subur di Kampus

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Cerita Korban Kecelakaan Bus Transjakarta: Tertimpa Penumpang Lainnya yang Berhamburan di Lantai

Megapolitan
Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Cerita Korban Kecelakaan Transjakarta Cari Ponselnya yang Terlempar, Ketemu di Polda Metro

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.