Ahok: Kita Mana Pernah Menang, Sengketa Kantor Wali Kota Jakarta Barat Saja Kalah

Kompas.com - 15/01/2015, 17:55 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan si pencanangan gerakan Keselamatan Berlalu Lintas, di Bunderan HI, Jakarta, Rabu (31/12/2014). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat menyampaikan sambutan si pencanangan gerakan Keselamatan Berlalu Lintas, di Bunderan HI, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menanggapi santai perihal kekalahan Pemprov DKI dalam gugatan sengketa lahan Taman BMW yang berlokasi di Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sebagai informasi, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memutuskan perkara tanah ini dimenangkan PT Buana Permata Hijau dengan membatalkan sertifikat Nomor 250 dan 251 atas nama Pemprov DKI.

"Ah (kalah) sudah biasa, kita (DKI) mana pernah menang (di pengadilan) sih? Sengketa Kantor Wali Kota Jakarta Barat saja, DKI kalah kok, enggak apa-apa," kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (15/1/2015).

Namun, lanjut dia, karena lahan BMW tersebut diperlukan untuk pembangunan stadion pengganti di Lebak Bulus yang akan jadi depo MRT, Pemprov DKI melakukan banding. Selain itu, ia juga memastikan Taman BMW tetap akan dijadikan stadion dan markas untuk Persija Jakarta meskipun DKI kalah di pengadilan.

"(Stadion BMW) jadi (dibangun) dong, kan banyak kavlingnya di sana. Nanti kita (DKI) banding saja," kata Basuki. [Baca: DKI Ingin Sewa Pengacara Andal Perjuangkan Lahan Taman BMW]

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah yang bakal mengajukan banding ke pengadilan tinggi. "Masa sertifikatnya sudah jadi, kami kalah gugatan. DKI akan naik banding," kata Saefullah. 

Adapun Pemprov DKI membutuhkan seluas 32 hektar lahan untuk membangun stadion di Taman BMW Sunter. Saat ini, sudah ada dua sertifikat lahan dengan luas 11 hektar yang dikantongi Dinas Olahraga dan Pemuda DKI.

Masih ada dua sertifikat lagi berada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemprov DKI juga akan membangun ruang terbuka hijau beserta danau di sana. Oleh karena itu, DKI membutuhkan sertifikat tiga bidang lahan seluas 10 hektar ke BPN.

Anggaran pembangunan Stadion BMW mencapai Rp 1,2 triliun secara multiyears selama tiga tahun. Tahap awal, DKI sudah menganggarkan senilai Rp 50 miliar dalam APBD 2014 guna pematangan lahan. Hanya saja, pengadilan membatalkan dua sertifikat lahan yang sudah dipegang Pemprov DKI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Patroli Iklan Aborsi Ilegal di Internet, Polda Metro Jaya Gandeng Kemenkominfo

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Tempat Hiburan Malam Disebut Klaster Penyebaran Covid-19, DPRD Minta Pemprov DKI Kroscek

Megapolitan
Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 OTG Penuh, Pemkab Bekasi Siapkan 3 Hotel

Megapolitan
Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Usai Berkelahi karena Sepeda Motor Bersenggolan, Seorang Pria Tewas

Megapolitan
Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Pasien OTG di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi Jalani Swab Test 2-3 Hari Sekali

Megapolitan
Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Lagi Mandi, Tauhid Panik Lihat Kepala Ular Sanca Melongok dari Atap

Megapolitan
Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Dua Ormas Hendak Bentrok Gara-gara Rebutan Lapak di Bekasi, Polisi Menembak ke Udara

Megapolitan
Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Ingar Bingar Bianglala hingga Cafe di Cengkareng Timur, Zona Merah Covid-19 Jakarta

Megapolitan
Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Tempat Hiburan Malam Dinyatakan sebagai Klaster Baru, Asphija Bereaksi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Pemkot Bekasi Akan Tes Swab Keluarga Karyawan Pabrik Epson yang Positif Covid-19

Megapolitan
Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Dapat Nomor Urut Dua di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Sebut Sesuai Harapan

Megapolitan
Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Pemprov DKI Gandeng 26 Rumah Sakit Swasta untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Pemkot Tangerang Salurkan Bantuan Sosial Covid-19 Tahap 2 ke 2.800 KK

Megapolitan
Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Anies: Minimal 60 Persen Warga Harus Diam di Rumah Agar Wabah Covid-19 Melandai

Megapolitan
Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Dua Balita Jadi Pasien Anak Pertama yang Isolasi di RSD Stadion Patriot

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X