Kompas.com - 16/01/2015, 11:00 WIB
Kejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut. KOMPAS/ANTONY LEEKejadian pohon tumbang terjadi beberapa kali di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2012 pohon Ritchiea fragrans, pohon tropis dari Afrika, yang ditanam di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, tahun 1920, tumbang akibat diterjang puting beliung, Kamis (12/1/2012) siang. Kebun Raya Bogor hanya memiliki satu koleksi pohon tersebut.
EditorKistyarini
BOGOR, KOMPAS.com — Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-LIPI mengimbau kepada para pengunjung baik secara lisan maupun tulisan agar mewaspadai dan menghindari pohon yang berpotensi tumbang.

"Setiap akan masuk ke Kebun Raya ada petugas keamanan yang akan memberikan informasi kepada pengunjung untuk menghindari pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang," kata staf Humas PKT Kebun Raya Bogor-LIPI, Ayi Doni Darusallam, kepada Antara di Bogor, Jumat (16/1/2015).

Selain menyiagakan petugas keamanan di seluruh area Kebun Raya Bogor, dipasang spanduk berisi informasi yang mengingatkan para pengunjung untuk tidak berada di daerah yang teridentifikasi rawan tumbang.

"Kami juga melakukan penandaan dengan memberikan tali melingkari kawasan atau zona pohon berpotensi rawan tumbang, di sana kami berikan pengumuman agar pengunjung tidak beraktivitas di area tersebut," kata dia.

Pasca-peristiwa tumbangnya pohon yang menewaskan sedikitnya enam orang pengunjung di Kebun Raya Bogor, manajemen dan tim peneliti dari LIPI melakukan identifikasi pohon-pohon yang berpotensi tumbang.

Upaya identifikasi dilakukan dalam kurun waktu satu minggu ini. Pohon-pohon yang telah teridentifikasi rawan langsung dilakukan pemangkasan dan penebangan.

"Ada empat pohon yang ditebang, dan ada beberapa yang dipangkas. Penebangan dilakukan melihat kondisi kerawanan pohon, sedangkan yang masih dapat tumbuh kita lakukan pemangkasan saja untuk mengurangi beban pohon tersebut," kata Kepala PKT Kebun Raya Bogor, Didik Widyatmoko.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Didik mengatakan, pohon yang sudah ditandai untuk dipangkas atau ditebang yakni Pterocarpus indicus, Striplaris americana, Pteryhota alata, Colapyllum dimocarpus longan, Dysoxylum densiplorum, Samdoricum koetjape (kecapi), salah satunya jenis Aposinaceae, dan Samania saman.

Sementara itu, lokasi-lokasi yang sudah ditandai zona berpotensi tumbang yakni empat pohon di guest house Nusa Indah dan dua pohon dekat Istana Bogor.

"Langkah-langkah antisipatif yang kita lakukan adalah melalui imbauan, memasang spanduk, zonasi, dan menyiagakan petugas keamanan. Ada 30 petugas yang siaga selama operasional Kebun Raya," kata Didik.

"Bukan saat ini saja, kita setiap saat memberikan pemberitahuan ini kepada pengunjung," katanya.

Peristiwa pohon tumbang di Kebun Raya Bogor terjadi pada Minggu (11/1/2015) sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka yang menjadi korban merupakan karyawan PT Asalta Mandiri Agung yang merupakan anggota Ikatan Serikat Buruh Indonesia-Bogor.

Mereka datang ke Kebun Raya Bogor menghadiri acara silaturahim sekaligus diskusi tentang upah minimum kabupaten/kota (UMK). Saat kejadian, mereka sedang berkumpul di Jalan Astrid atau tepat berada di bawah pohon Damar agathis Borneo yang mengalami patah di bagi tengahnya.

Total korban yang dilarikan ke RS PMI sebanyak 30 orang, terdiri dari enam orang meninggal dunia dan sisanya luka-luka.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Hujan Lebat di Bogor, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga

Megapolitan
Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Gagalkan Sejumlah Tawuran, Polisi: Kami Patroli Benar-benar Sampai Pagi

Megapolitan
PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

PPKM Kota Bogor Turun ke Level 2, Bima Arya Bersyukur

Megapolitan
UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 19 Oktober: Tambah 9 Kasus Covid-19 di Tangsel, 105 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Dishub Kota Tangerang: Jumlah Penumpang Angkot Tak Sampai 50 Persen

Megapolitan
Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Taman Kota di Bogor Belum Dibuka meski Status PPKM Sudah Level 2

Megapolitan
Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Polisi Usut 11 Perusahaan Pinjol Diduga Ilegal di Jakbar

Megapolitan
Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Tawuran Sering Direncanakan Lewat Medsos, Polisi Akan Identifikasi Akun

Megapolitan
Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Tak Ada Pasien Covid-19 Tiga Hari Terakhir, Tempat Isoman Wisma Makara UI Ditutup

Megapolitan
Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Satgas: Satu Siswa SMPN 10 Depok Positif Covid-19 Terpapar dari Keluarga

Megapolitan
Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Tak Lagi Khusus Pasien Covid-19, RSU Serpong Utara Kini Buka Layanan Kesehatan Umum

Megapolitan
Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Perempuan Korban Tabrak Lari di Tol Sedyatmo Sebelumnya Diduga Depresi

Megapolitan
PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

PPKM Level 2, Kapasitas Penumpang Angkutan Umum di Kota Tangerang Boleh 100 Persen

Megapolitan
Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Kasus Remaja Disekap dan Dilecehkan Penjaga Warung di Pamulang, Polisi: Diselesaikan Kekeluargaan

Megapolitan
Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Kota Bogor PPKM Level 2, Sarana Olahraga hingga Wisata Air Dapat Kelonggaran

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.