Kompas.com - 22/01/2015, 12:25 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berbincang dengan salah seorang petugas halte transjakarta di Halte Dukuh Atas koridor VI, Selasa (6/1/2015) Alsadad RudiWakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berbincang dengan salah seorang petugas halte transjakarta di Halte Dukuh Atas koridor VI, Selasa (6/1/2015)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Upacara pelantikan 700 pejabat eselon IV DKI di Gedung Blok G, Balai Kota, seharusnya berlangsung khusyuk. Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang berdiri di belakang merasa terganggu dengan ulah segelintir pejabat yang malah sibuk foto-foto.

"Saya tidak puas. Kenapa saya (berdiri) di belakang karena ada beberapa PNS yang waktu nyanyi lagu 'Indonesia Raya' malah ambil gambar, foto-foto," keluh Djarot di Balaikota DKI, Kamis (22/1/2015).

Djarot kemudian menyampaikan rasa tidak sukanya kepada inspektur upacara. Sang inspektur upacara pun memberikan sedikit evaluasi agar peserta bisa lebih tertib saat pelantikan masih berlangsung.

Tidak beberapa lama setelah itu, tepatnya saat pengucapan sumpah dan janji pejabat, Djarot kembali mendapati beberapa orang yang selfie. Namun, kali itu Djarot hanya mendiamkan dan melihat dari barisan belakang.

"Saya di belakang saja untuk melihat perilaku mereka bagaimana," tambah dia.

Menurut mantan Wali Kota Blitar ini, seharusnya tidak ada yang boleh bermain-main, terutama saat menyanyikan lagu kebangsaan "Indonesia Raya". Terlebih malah asyik sendiri dan selfie tanpa melihat situasi pelantikan yang masih berjalan.

Djarot menegaskan, begitu lagu "Indonesia Raya" dikumandangkan, posisi tubuh harus langsung tegap dan ikut bernyanyi, apalagi bagi seorang pejabat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Besok, Ganjil Genap di Margonda Depok Kembali Berlaku

Megapolitan
Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Polisi Hentikan Kasus Dugaan Penganiayaan Selebgram Ayu Thalia oleh Nicholas Sean

Megapolitan
Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Seorang Remaja Tewas Saat Berenang di Pelabuhan Sunda Kelapa Saat Banjir Rob

Megapolitan
Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Seorang Nenek Tewas Mengenaskan Tertabrak Kereta di Kebon Jeruk

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Akses Menuju Depok dari Lenteng Agung Macet Panjang

Megapolitan
Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Kasus DBD Naik, PMI Tangsel Sebut Permintan Trombosit Meningkat

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Hari Pertama Dibuka, 500 Pengunjung Sudah Reservasi ke Atlantis Ancol

Megapolitan
Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Banjir Rob di Jalan Lodan, Pompa Mobile Dikerahkan untuk Surutkan Genangan

Megapolitan
Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Imbas Ganjil Genap di Margonda, Macet Panjang dari Jalan Kartini

Megapolitan
229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

229 Bus Berhenti Beroperasi Imbas Kecelakaan, Transjakarta Jamin Layanan Tak Terganggu

Megapolitan
RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

RS Harapan Kita: Haji Lulung Bukan Dibuat Koma, tapi Diberi Obat Penenang

Megapolitan
Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Ganjil Genap di Jalan Margonda Mulai Berlaku Siang Ini, Begini Situasi di Lokasi

Megapolitan
Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Transjakarta Hentikan Sementara Operasional 229 Bus dari 2 Operator yang Terlibat Kecelakaan

Megapolitan
Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Polisi Tangkap Penipu Rekrutmen CPNS, Korban Dijanjikan Jadi PNS Kemenkumham dengan Setor Rp 35 Juta

Megapolitan
Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Bus Kecelakaan Berulang Kali, Dirut Transjakarta Minta Maaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.