Upah Minimum "Babysitter" Rp 2 Juta, Apa Tanggapan Yayasan Penyalur

Kompas.com - 22/01/2015, 13:44 WIB
Ruang pelatihan baby sitter di Yayasan Dharma Asih, Jalan Keramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat. Foto ini diambil pada Kamis (22/1/2015). KOMPAS.COM/JESSI CARINARuang pelatihan baby sitter di Yayasan Dharma Asih, Jalan Keramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat. Foto ini diambil pada Kamis (22/1/2015).
Penulis Jessi Carina
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan sudah mengeluarkan peraturan menteri mengenai upah layak minimum untuk pembantu rumah tangga (PRT) dan babysitter.

Standar upah bagi PRT sudah ditentukan sebesar Rp 1,2 juta, sementara upah babysitter sebesar Rp 2 juta. Apa tanggapan yayasan penyalur pembantu?

"Itu upah minimal (babysitter) buat anak-anak yang masih baru banget," ujar Pipit, pengurus Yayasan Dharma Asih di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2015).

Yayasan Dharma Asih merupakan salah satu yayasan penyalur pembantu yang berkantor di Jalan Keramat Bunder, Senen, Jakarta Pusat. Yayasan ini juga telah bergabung dengan Asosiasi Pelatihan Pekerja Seluruh Indonesia (APPSI).

Pipit mengatakan, upah sebesar Rp 1,2 juta bagi PRT dan Rp 2 juta bagi babysitter belum dapat memenuhi kebutuhan pembantunya. Namun, upah sebesar itu sudah dianggap layak bagi pekerja baru.

"Misalnya bagi yang baru banget dari kampung. Yang nyalain kompor belum bisa, ngepel belum bisa, segitu sudah pantas," ujar Pipit.

Akan tetapi, jika PRT dan babysitter itu sudah profesional dalam bekerja, kata Pipit, upah sebesar itu tidak layak. Di Yayasan Dharma Asih sendiri, PRT dan babysitter sudah bisa dikatakan senior apabila sudah bekerja di atas dua tahun. Jika sudah selama itu, keahlian PRT dan babysitter tentu sudah bertambah.

Upah yang didapatkan oleh PRT senior di Yayasan Dharma Asih pun mulai dari Rp 1,7 juta hingga Rp 2 juta, sedangkan babysitter senior mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

"Ada pembantu kita yang udah bisa masak chinese food, pernah kerja di luar negeri sampai bisa bahasa Inggris, mereka enggaklah digaji segitu," ujar Pipit.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Sebut Pelajar yang Terlibat Demo UU Cipta Kerja di Jakarta Hari Ini Berkurang

Polisi Sebut Pelajar yang Terlibat Demo UU Cipta Kerja di Jakarta Hari Ini Berkurang

Megapolitan
Banyak Pedemo, Dua Pintu Stasiun MRT Bundaran HI Ditutup

Banyak Pedemo, Dua Pintu Stasiun MRT Bundaran HI Ditutup

Megapolitan
Kantor Imigrasi Tangerang Pindahkan Unit Layanan Paspor Wilayah Tangsel ke WTC Serpong

Kantor Imigrasi Tangerang Pindahkan Unit Layanan Paspor Wilayah Tangsel ke WTC Serpong

Megapolitan
Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Wagub DKI: Vaksin Covid-19 Diutamakan untuk Tenaga Kesehatan

Megapolitan
33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

33 Pelajar Diamankan Saat Demo di Sekitar Istana, Kapolda Duga Kelompok Anarko

Megapolitan
Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Demonstran Tolak UU Cipta Kerja Tak Diizinkan Mendekat ke Istana

Megapolitan
Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Kapolda Mengaku Bakal Mediasi Pedemo UU Cipta Kerja dengan KSP

Megapolitan
PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

PSBB ke-12 Selama Sebulan, Bagaimana Dampaknya pada Kasus Covid-19 di Kota Tangerang?

Megapolitan
Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda

Megapolitan
BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

BEM SI Ultimatum Presiden Jokowi untuk Terbitkan Perppu dalam 8x24 Jam

Megapolitan
Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Cegah Demo Disusupi Kelompok Anarko, Pengamanan di Kawasan Mampang Diperketat

Megapolitan
Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Proyek Rumah DP Rp 0 di 4 Lokasi di Jakarta Tetap Berjalan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Unjuk Rasa Mahasiswa di Istana Bogor Diwarnai Aksi Bakar Ban

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Pemprov DKI Akan Bongkar Rumah di Bantaran Sungai, Apakah Sesuai dengan Janji Anies Saat Kampanye?

Megapolitan
Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa Unjuk Rasa di Istana Bogor Jelang Kedatangan PM Jepang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X