Kompas.com - 23/01/2015, 09:46 WIB
Jalan Gunung Sahari Raya di Jakarta Pusat tergenang air setinggi hingga setengah meter, Kamis (20/11/2014) Warta Kota/Panji Baskhara RamadhanJalan Gunung Sahari Raya di Jakarta Pusat tergenang air setinggi hingga setengah meter, Kamis (20/11/2014)
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan banjir yang merendam kawasan Jakarta Utara disebabkan karena normalisasi Kali Sentiong yang tak kunjung usai. Ia berencana untuk memasang pompa berukuran besar di Kali Sentiong.

"Kami mau pasang pompa besar lagi didesain mau dikerjain. Di Kelapa Gading juga masih penuh kawasan kumuh padahal mau dibangun Cakung Drain," kata Basuki, di Balaikota, Jumat (23/1/2015). 

Berdasarkan pantauan dari Twitter @TMCPoldaMetro, sebagian besar genangan hingga banjir memang terjadi di wilayah Jakarta Utara. Seperti misalnya di sekitar Wisma Gading Permai, Kelapa Gading; Kebon Bawang; Simpang Lima Jalan Raya Plumpang-Semper; Komplek ex Gaya Motor Cilincing; Warakas; Kawasan Kalibaru RT. 001/012 Cilincing; dan di Jalan Tipar Selatan 12, Semper Barat, Jakarta Utara. Bahkan, beberapa jalan tersebut tidak bisa dilintasi kendaraan bermotor karena tingginya air yang merendam.

"Makanya saya katakan kenapa wilayah Gunung Sahari tergenang juga, padahal Kali Ciliwung ini menembus ke pintu air Pasar Ikan dan pompa di sana sudah beres. Tapi kami mau bikin tembusan air di sana sepanjang 2,8 kilometer dan masih ada 980 rumah yang permanen di atas sungai semua," kata Basuki.

Lebih lanjut, menurut dia, kawasan kumuh itu harus segera ditertibkan. "Kami mau desak mempercepat pembangunan rumah susun. Kalau bangunan rumah susun sudah siap, semua bangunan liar kami sikat," kata Basuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Polisi Tunggu Hasil Analisa Sampel Bangunan SMA 96 Jakarta yang Roboh

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Rumah Lawan Covid-19 Tangsel Bersiap Hadapi Gelombang Ketiga

Megapolitan
Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Bandar Narkoba yang Tabrak Polisi Ditangkap di Kendal

Megapolitan
Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Mobil Putar Arah Bikin Macet di Jalan Palmerah Utara, Sudinhub Jakbar Akan Tutup dengan Barrier

Megapolitan
Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Klarifikasi Jakpro soal Penentuan Lokasi Sirkuit Formula E Jakarta

Megapolitan
Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Bangunan di Atas Saluran Air Kemang Belum Seluruhnya Dibongkar, Camat Minta Pemilik Tambah Pekerja

Megapolitan
Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Pemuda Pancasila Akui 16 Tersangka Ricuh Demo di DPR/MPR Anggota Aktif

Megapolitan
Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Anies Sebut Formula Pengupahan Saat Ini Tak Cocok untuk Jakarta

Megapolitan
PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

PTM Terbatas di Depok Dimulai Lagi Besok

Megapolitan
Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Klaster PTM Terbatas di Kota Bogor, 24 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Kasus Covid-19 di Depok Meningkat, Hanya 2 dari 30 Kelurahan yang Nihil Kasus

Megapolitan
LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

LPSK: Kasus Pelecehan Seksual terhadap Anak Naik Tajam, Diduga Efek Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Polisi yang Dianiaya Oknum Anggota Pemuda Pancasila Membaik, Segera Pulang

Megapolitan
Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Pelecehan Seksual Anak di Depok Marak Terjadi, Tigor: Status Kota Layak Anak Harus Dicabut

Megapolitan
Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Sisa Seorang Pasien Dirawat di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.