Kompas.com - 23/01/2015, 16:51 WIB
Kepala Inspektorat DKI Jakarta Lasro Marbun usai dilantik di Lapangan Monas, Jumat (2/1/2014) Alsadad RudiKepala Inspektorat DKI Jakarta Lasro Marbun usai dilantik di Lapangan Monas, Jumat (2/1/2014)
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com - Inspektorat Provinsi DKI Jakarta sudah membuat teguran terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang berfoto narsis saat mengikuti pelantikan pejabat di lingkungan Provinsi DKI Jakarta, Kamis (22/1/2015).

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat geram dengan sikap sejumlah pejabat yang asyik berfoto narsis saat mengikuti pelantikan jabatan di Blok G Gedung Balai Kota yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama.

Sejumlah PNS yang berfoto narsis tersebut melakukan aksinya ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pengucapan janji pelantikan yang seharusnya diikuti secara khidmat.

"Ada dua orang kemarin yang akan diperingatkan untuk bertindak dewasa. Memang tidak benar itu. Lagi menyanyikan lagu Indonesia Raya malah selfie-selfie begitu ya kan enggak benar seperti itu begitu," kata Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Lasro Marbun di Balai Kota, Jumat (23/1/2015). [Baca: "Selfie" Saat Pelantikan, Sejumlah Pejabat DKI Ditegur Wagub]

Menurut Lasro, saat diperingatkan, mereka membela diri bila aksi foto narsis bukan hanya dilakukan mereka berdua saja, tetapi banyak juga pejabat lain yang melakukan hal serupa.

"Loh saya bilang lagi bukan masalah apakah kamu sendiri atau tidaknya, masalahnya melakukan tidak benar. Nanti mereka dipanggil," ucapnya.

Lasro mengatakan sering kali PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kurang menghargai diri sendiri dan bersyukur. Akibatnya, banyak yang bersikap sesuka hati.

"Misalnya ini lagi rapat terus bikin sorak-sorakan (hu hu hu) sambil tepuk tangan, menurut saya bukan budaya orang dewasa kan apalagi sudah bukan anak muda lagi sudah tua-tua," ucap dia.

Sebetulnya, kata Lasro, tidak ada larangan bagi PNS melakukan foto narsis atau selfie. Tetapi harus mampu menempatkan waktu, jangan sampai pada saat momen yang perlu dijalankan secara khidmat.

"Selfie boleh saja setelah salam-salaman lah jangan pas Pak Gubernur lagi pengarahan atau lagi menyanyikan lagu Indonesia Raya," ujarnya. (Adi Suhendi)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

UPDATE 20 Januari: Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Bertambah Jadi 2.636 Orang

Megapolitan
Masyarakat Diminta Tak 'Panic Buying' agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" agar Distribusi Minyak Goreng Merata

Megapolitan
Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Fico Fachriza Ajukan Rehabilitasi atas Kasus Narkoba, Polda Metro Jaya Tunggu Asesmen BNN

Megapolitan
Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul 'Bruder' Angelo Ajukan Banding

Keberatan Divonis 14 Tahun Penjara, Pelaku Cabul "Bruder" Angelo Ajukan Banding

Megapolitan
SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

SMAN 6 Jakarta Kembali Gelar PTM Setelah Dihentikan Sepekan akibat Covid-19

Megapolitan
2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

2,1 Juta Anak Divaksinasi melalui Program Vaksinasi Merdeka

Megapolitan
Vonis 14 Tahun 'Monster Cabul' Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Vonis 14 Tahun "Monster Cabul" Bruder Angelo dan Proses Panjang nan Melelahkan di Baliknya

Megapolitan
Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Seorang Wanita dan Pacarnya Diserang Begal di Plumpang, Disabet Parang lalu Lari Dikejar Pelaku

Megapolitan
Masyarakat yang Sudah Miliki Tiket Vaksin Booster Diimbau Segera Ikut Vaksinasi

Masyarakat yang Sudah Miliki Tiket Vaksin Booster Diimbau Segera Ikut Vaksinasi

Megapolitan
'Bruder' Angelo yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok Divonis 14 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

"Bruder" Angelo yang Cabuli Anak Panti Asuhan di Depok Divonis 14 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Megapolitan
Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Dibekap hingga Lemas Usai Berhubungan Badan

Suami Bunuh Istri di Duren Sawit, Korban Dibekap hingga Lemas Usai Berhubungan Badan

Megapolitan
Banjir di RW 002 Tegal Alur Mulai Surut, Sebagian Warga Masih Mengungsi

Banjir di RW 002 Tegal Alur Mulai Surut, Sebagian Warga Masih Mengungsi

Megapolitan
Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Sudin Bina Marga Diminta Perketat Pengawasan

Trotoar di Cilandak Dibongkar secara Ilegal, Sudin Bina Marga Diminta Perketat Pengawasan

Megapolitan
Arogansi Pengendara Pelat Khusus RF, Langgar Ganjil Genap hingga Pakai Rotator, Berujung Ditilang Polisi

Arogansi Pengendara Pelat Khusus RF, Langgar Ganjil Genap hingga Pakai Rotator, Berujung Ditilang Polisi

Megapolitan
Ketika Warga Pilih Lapor Damkar dalam Berbagai Masalah,  dari Lepas Cincin hingga Evakuasi Sarang Tawon Meresahkan

Ketika Warga Pilih Lapor Damkar dalam Berbagai Masalah, dari Lepas Cincin hingga Evakuasi Sarang Tawon Meresahkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.