Kompas.com - 27/01/2015, 05:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerja Gubernur, di Balaikota, Kamis (22/1/2015). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di ruang kerja Gubernur, di Balaikota, Kamis (22/1/2015).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama, menyiapkan pagelaran Asian Games 2018 merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan yang cukup bikin pusing kepala. Dengan tenggat waktu yang hanya beberapa tahun, Ahok beserta jajaran harus menyelesaikan seluruh infrastruktur serta fasilitas penunjang perlombaan bergengsi tingkat internasional tersebut di Jakarta.

"Kalau dipikir-pikir, stres juga. Persiapannya harus clear. Kita harus memberikan yang terbaik, terlebih ini diselenggarakan di Ibu Kota," kata Ahok dalam acara Gala Dinner dengan Olympic Council of Asia (OCA) untuk Asian Games di Balai Kota, Senin (26/1/2015) malam.

Ahok menuturkan, beberapa poin penting yang harus segera dikerjakan dan diselesaikan yaitu masalah akses dan sarana prasarana bagi para atlet perwakilan negara sahabat. Pada poin akses atau transportasi, Ahok berencana mengunggulkan sistem transportasi massal berbasis LRT (Light Rapid Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit).

MRT sendiri saat ini masih terus dikebut pembangunannya dengan target selesai pada tahun 2017 mendatang. Sama halnya dengan LRT yang memiliki rute dari Bandara Soekarno-Hatta ke kawasan Kelapa Gading dan Kemayoran.

Di dua tempat tersebut, Kelapa Gading dan Kemayoran, rencananya akan dibangun sebuah perkampungan atlet. Untuk di kawasan Kemayoran sendiri, kampung atlet akan dibangun di atas lahan seluas 11 hektar. Di dalamnya sudah termasuk gelanggang akuatik (aquatic venue) dan penyediaan sarana transportasi dari Tangerang, Bandara Soekarno-Hatta, Waduk Pluit, Kota Tua, Ancol, hingga Sunter, dan dari Kelapa Gading hingga Dukuh Atas.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan merehabilitasi gelanggang olahraga (GOR) Velodrome di Jakarta Timur. GOR Velodrome akan direnovasi total senilai Rp 475 miliar dan mulai dikerjakan pada 2016 agar sesuai dengan standar internasional.

Venue lainnya yang akan direnovasi untuk Asian Games 2018 adalah kolam renang akuatik di kawasan Senayan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebagai cadangan, Pemprov DKI menyiapkan kolam renang akuatik standar internasional yang berada di Kemayoran.

Seluruh persiapan tersebut tentunya tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang mepet dengan pelaksanaan Asian Games 2018. Chairman of Olympic Solidarity Commision Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Anthony Sunarjo menyebutkan, seluruh persiapan tersebut harus segera selesai sebelum tahun 2018. Bahkan, pada 2017, semua sarana dan prasarana sudah harus selesai sehingga bisa digunakan untuk berbagai bentuk persiapan.

Walaupun merasa stres, Ahok tetap yakin semua aspek persiapan Asian Games 2018 bisa diselesaikan tepat pada waktunya. Dia pun berjanji akan memaksimalkan seluruh pembangunan dalam waktu dua sampai tiga tahun, menjelang tahun 2018.

"Kita masih punya waktu tiga tahun untuk melakukan yang terbaik. Memang ini menjadi beban berat buat kita, tapi kita akan bekerja keras mewujudkannya," ujar Ahok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Belasan Kios di Terminal Senen Terbakar

Megapolitan
UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 11 Kasus di Tangsel, 120 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 195 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Fakta Pelajar Menjambret di Jagakarsa, Cari Korban untuk Bayar Hutang

Megapolitan
Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Kronologi Klaster Covid-19 di Perum Griya Melati Bogor, 25 Orang Terinfeksi

Megapolitan
Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Lambatnya Polisi Usut Pemerkosaan dan Perdagangan Remaja yang Menjerat Anak Anggota DPRD Bekasi

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

[POPULER JABODETABEK] Permintaan Maaf Wagub DKI soal Video Paduan Suara di Masjid Istiqlal | Permintaan Maaf JYC yang Gelar Paduan Suara di Masjid Istiqlal

Megapolitan
Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Usai Mudik, Satu Keluarga di Ciledug Kota Tangerang Positif Covid-19

Megapolitan
Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Wagub: TGUPP Bukan Penyebab ASN Tak Ikut Lelang Jabatan

Megapolitan
Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Depok Catat 126 Kasus Baru Covid-19 pada 18 Mei

Megapolitan
Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Sebuah Gudang Kabel Optik di Cipayung Terbakar

Megapolitan
Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Hari Ini, 4 Perusahaan di Kota Tangerang Laksanakan Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

25 Warga di Perumahan Griya Melati Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X