Kompas.com - 27/01/2015, 16:46 WIB
Neni (39), warga Kedoya Utara tengah berbincang dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri), Selasa (27/1/2015). Neni awalnya tidak mengenal Djarot sebagai Wagub DKI dan mengira Djarot adalah seorang pria yang mempunyai tahi lalat di dekat dagunya.
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERANeni (39), warga Kedoya Utara tengah berbincang dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri), Selasa (27/1/2015). Neni awalnya tidak mengenal Djarot sebagai Wagub DKI dan mengira Djarot adalah seorang pria yang mempunyai tahi lalat di dekat dagunya.
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Ada perbedaan pernyataan yang diungkapkan oleh Lurah Kedoya Utara Abdul Latif dan Kepala Pasar Modern Kedoya Dede Tabrazi saat menjelaskan bau busuk di pasar kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Selasa (27/1/2015) siang.

Saat Djarot menanyakan bau tidak sedap akibat sampah yang menumpuk di halaman pasar, Abdul mengatakan sampah tersebut sudah diangkat dalam kurun waktu dua sampai tiga hari sekali. Saat mendengar jawaban Abdul, Djarot tidak percaya.

"Moso dua hari sampah masih numpuk begitu?" tanya Djarot kepada Abdul. Tidak beberapa lama, Dede datang dan langsung diberi pertanyaan yang sama oleh Djarot. Dede pun langsung menyebutkan perbedaan yang signifikan.

"Anu, Pak, itu sudah seminggu (sampah) enggak diangkat," kata Dede. Mendengar hal tersebut, Djarot langsung menatap Abdul yang masih berada di sebelahnya. Abdul pun hanya terdiam dan pelan-pelan menatap ke bawah. [Baca: Kepala Pasar Kedoya Hampir Menangis Saat Dimarahi Wagub DKI]

Menanggapi keterangan dari Dede, Abdul beralasan bahwa dia adalah lurah baru di Kedoya Utara yang baru saja dilantik pada tanggal 2 Januari lalu. Dia mengaku belum meninjau pasar tersebut. "Mohon maaf, Pak, saya belum tahu. Belum blusukan ke sini," kata Abdul yang saat itu mengaku tidak tahu dengan kedatangan Djarot.

Dede sebagai kepala pasar berjanji akan membereskan masalah sampah di sana dalam waktu satu bulan. Jika tidak kunjung beres, dia siap jika akan dijadikan staf atau ia mengundurkan diri.

Kunjungan Djarot di Pasar Modern Kedoya berlangsung hampir sejam lamanya. Dia banyak berbincang dengan pedagang-pedagang di sana. Beberapa pedagang menyampaikan keinginannya bahwa mereka tidak ingin pindah ke pasar modern karena sepi pembeli.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Salah Gunakan Dana BOS dan BOP, Mantan Kepala SMKN 53 Ditetapkan Jadi Tersangka

Megapolitan
Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Pingsan Setelah Ditonjok Sopir Lain, Pengemudi Taksi Tabrak Gerbang Mapolres Jakbar

Megapolitan
Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Praktik Prostitusi Online Anak di Penginapan Tebet, Warga: Enggak Terpikir Jadi Tempat Open BO

Megapolitan
Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Bersikeras Dua Terdakwa Kasus 192 Kg Ganja Divonis Mati, PN Tangerang Resmi Ajukan Banding

Megapolitan
Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Aturan Perjalanan Pakai Kendaraan Pribadi ke Luar Jakarta Selama Larangan Mudik

Megapolitan
KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

KPAI Sebut Guru-guru di Jakarta Kelelahan Mengajar Tatap Muka dan Daring

Megapolitan
Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Semrawut, Kolong Flyover Roxy Akan Ditata Ulang

Megapolitan
Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Evaluasi Belajar Tatap Muka, Disdik DKI Tegaskan Akan Tutup Sekolah jika Tak Disiplin Protokol Kesehatan

Megapolitan
Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Hasil Uji Coba Belajar Tatap Muka, Kadisdik DKI: Sempat Hanya Dihadiri 5 Siswa

Megapolitan
Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Nurmaya, Perempuan Penderma Nasi Bungkus dan Cerita Kejutan-kejutan yang Mengiringinya

Megapolitan
PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

PSK yang Dianiaya Pelanggan di Apartemen Ciputat Alami 14 Luka Tusuk

Megapolitan
Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Aturan Baru Berlaku, Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Wajib Tes PCR atau Antigen Sehari Sebelum Berangkat

Megapolitan
Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Sekuriti Penusuk PSK di Apartemen Ciputat Sudah Siapkan Pisau Sebelum Berkencan

Megapolitan
Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Tabrak Beton Pembatas Jalur Sepeda di Sudirman, Mobil Avanza Terguling dan Ringsek

Megapolitan
Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Berkaca Kasus Konten TikTok Pembukaan Persalinan, IDI Jaksel Ingatkan Dokter Bijak Bermedsos

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X