Hasil Tes Psikologi: Pengemudi Maut Christopher Bertindak Berdasarkan Perasaan

Kompas.com - 27/01/2015, 22:15 WIB
Mobil Mitsubishi Outlander Sport B 1658 PJE rusak parah di bagian depannya setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015) malam. Kecelakaan yang melibatkan empat motor dan tiga mobil tersebut menewaskan empat orang. KOMPAS / HERU SRI KUMORO KOMPAS / HERU SRI KUMOROMobil Mitsubishi Outlander Sport B 1658 PJE rusak parah di bagian depannya setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Sultan Iskandar Muda, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015) malam. Kecelakaan yang melibatkan empat motor dan tiga mobil tersebut menewaskan empat orang. KOMPAS / HERU SRI KUMORO
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil tes psikologi yang dijalani pengemudi Mitsubishi Outlander penyebab kecelakaan maut di Pondok Indah, Christopher Daniel Sjarief (23), telah diumumkan. Hasilnya, mahasiswa salah satu kampus di San Francisco, Amerika Serikat, itu tidak mengalami gangguan kejiwaan.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat mengatakan, meski tidak memiliki gangguan kejiwaan, Christopher cenderung memiliki kepribadian yang mengambil tindakan-tindakan impulsif.

"Hasil tes psikologi terhadap tersangka dapat disimpulkan kurangnya pengendalian diri tersangka karena bertindak berdasarkan perasaan dan kurang memikirkan dampaknya," kata Wahyu, Selasa (27/1/2015) di Jakarta.

Wahyu menjelaskan, segi psikologis dan psikiatri merupakan salah satu poin yang menjadi penilaian penyidik. Karena itu, pemuda kelahiran Singapura itu pun menjalani tes psikologi di Polda Metro Jaya pekan lalu.

Sementara itu, untuk hasil penggunaan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri tidak menemukan adanya indikasi narkoba dari urine dan darah dari Christopher.

Menurut Wahyu, hasil BNN dan Puslabfor Polri untuk pemeriksaan urine dan darah sudah merupakan hasil final. Sebab, pemeriksaan urine dan darah ini sudah dilakukan bertahap. Maka, polisi tidak berencana untuk melakukan pendalaman lagi terkait kasus narkoba Christopher.

Karena pemeriksaan dari BNN dan Puslabfor yang sudah didapatkan Christopher negatif menggunakan narkoba, maka dapat dikatakan kasus ini merupakan kecelakaan lalu lintas murni. Tidak ada indikasi dengan narkoba atau zat lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wahyu mengatakan, Christopher dapat dikenakan Undang-Undang Nomor 22 Nomor 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 310 Ayat 2 dan 4 juncto Pasal 312 dan Pasal 311 Ayat 2, 3, dan 4 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lemas Tak Bisa Turun dari Lantai 2 Rumah, Warga Sakit di Johar Baru Minta Dievakuasi Petugas Damkar

Lemas Tak Bisa Turun dari Lantai 2 Rumah, Warga Sakit di Johar Baru Minta Dievakuasi Petugas Damkar

Megapolitan
Tinjau PTM di SDN Pasar Baru 1, Wali Kota Tangerang Ingatkan soal Prokes ke Murid

Tinjau PTM di SDN Pasar Baru 1, Wali Kota Tangerang Ingatkan soal Prokes ke Murid

Megapolitan
Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Berenang Tengah Malam, Seorang Warga Hilang di Kanal Banjir Barat

Megapolitan
Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Mempertanyakan Nasib Program OK OCE di Tangan Anies, Benarkah Sudah Melampaui Target?

Megapolitan
Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Tragedi Rumah Ambruk di Kalideres, Remaja Cari Jasad Ibu dan Adiknya yang Berpelukan Tertimpa Reruntuhan

Megapolitan
Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Bocah Hanyut di Kali Angke Serpong Belum Ditemukan, Tim SAR Tekendala Banyaknya Tumpukan Sampah

Megapolitan
Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Kabel Menjuntai di Tengah Jalan Fatmawati, Bikin Kaget Pengendara yang Tak Sengaja Menabrak

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Pemprov DKI Siapkan UMKM untuk Tampil Saat Gelaran Formula E 2022

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Dalam Satu Jam, Polisi Tilang 9 Mobil Pelanggar Ganjil Genap di Jalan RS Fatmawati

Megapolitan
Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Hari Ini, Rachel Vennya Diperiksa Polisi Terkait Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Pelaku Eksibisionis di Jalan Sudirman Ditangkap, Polisi: Dia Tidak Tahu Aksinya Viral

Megapolitan
Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Hari Pertama Ganjil Genap, Banyak Mobil Berpelat Genap Lintasi Jalan Fatmawati

Megapolitan
UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 24 Oktober: Tambah 1 Kasus di Kota Tangerang, 35 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Daftar Titik Ganjil Genap di Jaksel, Berlaku Senin-Jumat pada Pukul 06.00-10.00 dan 16.00-20.00 WIB

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Vaksinasi Covid-19 Dosis Satu di Depok Capai 70 Persen dari Target

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.