Kompas.com - 28/01/2015, 16:03 WIB
Tim Mitshubisi melakukan pemeriksaan fisik pada mobil Mitshubisi Outlander yang dikemudikan Christopher Daniel Sjafrie (23) saat kecelakaan, Senin,(26/1/2015). KOMPAS.COM/TARA MARCHELINTim Mitshubisi melakukan pemeriksaan fisik pada mobil Mitshubisi Outlander yang dikemudikan Christopher Daniel Sjafrie (23) saat kecelakaan, Senin,(26/1/2015).
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com — Christopher Daniel Sjarief (23), pengemudi Mitsubishi Outlander yang menyebabkan kecelakaan maut di Pondok Indah, dinyatakan negatif menggunakan narkoba. Artinya, kondisi fisiknya sadar saat mengemudikan mobil karena tidak dalam pengaruh obat-obatan.

Lantas, apa yang menyebabkan Outlander yang dikendarai pemuda kelahiran Singapura ini hilang kendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya?

Kepala Satuan Narkoba Polisi Resor (Polres) Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hando Wibowo mengungkapkan, saat itu Christopher mengaku sedang kesal terhadap temannya yang terlebih dahulu turun dari mobil, Muhammad Ali Husni Riza (22).

"Kami lakukan wawancara dari hati ke hati dengan yang bersangkutan, kenapa kamu kok berantem? Dia jawab, 'habisnya dia nyebelin'," kata Hando, Rabu (28/1/2015) di Jakarta.

Lantaran jawaban yang disampaikan Christopher itulah, penyidik akan memanggil para guru besar kejiwaan dan psikolog guna mendalami kondisi kejiwaan Christopher. Hal itu, kata dia, juga akan membantu polisi mengetahui motivasi Christopher yang kemudian menyebabkan kecelakaan tersebut.

Sementara itu, polisi juga menyebut sudah melakukan pemeriksaan fisik terhadap Christopher dan temannya yang merupakan anak pemilik mobil, Muhammad Ali Husni Riza (22), terkait dugaan-dugaan yang berkaitan dengan keperluan polisi mencari modus kecelakaan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan, dua pria mengaku tidak cocok lalu bertengkar di dalam mobil dirasa janggal. Maka dari itu, polisi juga melakukan pemeriksaan fisik untuk membuktikan orientasi seksual keduanya.

"Kami dari kesehatan juga sudah mendalami, termasuk memeriksa dubur anusnya. Kami sudah ke sana. Selain secara fisik, juga arah ke sana. Hasilnya bagus. Artinya, normal. Tidak ada kelainan," kata Musyafak.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan hingga Sore

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jabodetabek Hujan hingga Sore

Megapolitan
UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

UPDATE 25 Januari: Tambah 209 Kasus di Kota Tangerang, Kini 1.028 Pasien Covid-19 Dirawat

Megapolitan
Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Nasib Formula E Kian Dipertanyakan, Lahan Sirkuit Masih Berlumpur Ditambah Tender Pembangunan Gagal

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

[POPULER JABODETABEK] Kecurigaan Keluarga Kakek yang Tewas Diteriaki Maling | Tender Formula E Gagal

Megapolitan
Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Polda Metro Jaya Disebut Cabut Status 2 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Mulai Hari Ini, Siswa PAUD hingga SMP di Tangerang Kembali Belajar Daring

Megapolitan
Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Korsleting Sebabkan Kepulan Asap di Mal Alam Sutera Tangerang

Megapolitan
Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Damkar Evakuasi Buaya Peliharaan Warga Depok

Megapolitan
Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Polisi Gagalkan Penyelundupan 4 Liter Sabu Cair dari Meksiko

Megapolitan
Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Kuasa Hukum Korban Minta Polres Depok Segera Tangani Kasus Dugaan KDRT

Megapolitan
Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Terima Paket 4 Liter Sabu Cair dari Luar Negeri, Seorang Kurir Ditangkap di Cengkareng

Megapolitan
Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Perempuan yang Diduga Korban KDRT

Megapolitan
Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Kasus Anak Jual Kulkas Ibunya Berlanjut ke Meja Hijau, Kuasa Hukum Terdakwa: Sebaiknya Dihentikan

Megapolitan
Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Pedagang di Pasar Serpong Belum Tahu soal Kebijakan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Bertambah 95, Kini Total Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Capai 2.957

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.