Kompas.com - 30/01/2015, 15:07 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik di ruang kerjanya, Senin (20/10/2014). 

KOMPAS.COM/KURNIA SARI AZIZAWakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik di ruang kerjanya, Senin (20/10/2014).
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, M Taufik, mengaku heran dengan wacana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang memperbolehkan mobil pribadi orang kaya bisa menggunakan jalur transjakarta.

Menurut dia, memperbolehkan mobil masuk di jalur transjakarta sama saja dengan sikap tidak berdaya menangani para pengendara yang nakal. Seharusnya, kata dia, Basuki bisa lebih menegaskan sterilisasi jalur transjakarta seperti konsep awal.

"Jangan begitu dong, jangan putus asa. Masa menyerah sih," kata Taufik kepada Kompas.com di Gedung DPRD DKI, Jumat (30/1/2015) siang. [Baca: Ahok Buka Wacana Orang Kaya Boleh Melintas di Jalur Transjakarta]

Kader Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa membuka jalur transjakarta bagi kendaraan pribadi bukan solusi dari menuntaskan kemacetan di Jakarta. Ia menilai demikian meskipun, nantinya, seperti kata Basuki, rencana itu bisa diiringi dengan kompensasi yang sebanding.

Taufik pun berharap agar Basuki tetap berupaya menjaga sterilnya jalur transjakarta. Basuki juga diharapkan menindak tegas pengendara-pengendara lain yang melanggar dengan memasuki jalur transjakarta.

Kompensasi yang disebut Basuki adalah memasang banyak "bus stop busway". Orang-orang kaya dengan kendaraannya boleh masuk jalur transjakarta, tetapi harus menempelkan e-money sehingga akan ada pembayaran secara elektronik tiap sekali masuk.

"Kalau masih banyak kendaraan melintas di jalur transjakarta, kami naikkan tarifnya jadi Rp 100.000 dan seterusnya," ucap pria yang biasa disapa Ahok itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Retribusi dari para pengguna kendaraan pribadi ini akan dialihkan ke subsidi transportasi massal, yakni pengadaan transjakarta, bus tingkat gratis, dan lainnya.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

[Hak Jawab] Alvin Lim Klarifikasi Tuduhan Penculikan Anak dan Pencurian Ponsel

Megapolitan
2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

2 Mayat Ditemukan dalam Rumah di Sukmajaya Depok, Polisi Sebut Nihil Tanda Kekerasan

Megapolitan
Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Ganjil-genap Margonda Depok, Dishub Berencana Sekat Kendaraan di 3 Titik Ini

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Polisi Selidiki Dugaan Pungli terhadap PKL di Puri Beta Ciledug

Megapolitan
PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim Tolak Disebut Dipecat, Pengacara: Yang Benar Diberhentikan Tak Hormat

Megapolitan
Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Foto Viral Bayi Dicat Silver di Pamulang, Satpol PP Bakal Bertindak

Megapolitan
266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

266 Pemotor yang Gunakan Knalpot Bising Ditindak Polisi Saat Crowd Free Night Semalam

Megapolitan
Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Dishub Akui Ganjil Genap Margonda Dapat Bebani Area Lain di Depok hingga 30 Persen

Megapolitan
Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Pemkot Depok Gelar Sekolah Tatap Muka Mulai 4 Oktober, Akan Swab Rutin secara Acak

Megapolitan
Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Ganjil Genap Diprediksi Akan Perlancar Jalan Margonda Depok hingga 50 Persen di Akhir Pekan

Megapolitan
Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Ganjil Genap di Margonda Depok Hanya Diterapkan dari Flyover UI sampai Simpang Ramanda

Megapolitan
Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Perseteruan Warga dengan 16 Sekuriti di Kembangan, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Megapolitan
Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Video Viral Aksi Pencurian di Pondok Aren, Pelaku Gasak Suvenir dan 15 Hoverboard

Megapolitan
3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

3 Mobil Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Dalam Kota, Berawal dari Pindah Lajur

Megapolitan
Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Kasus Penembakan di Tangerang, Polisi Sebut Tak Ada Saksi yang Lihat Langsung Kejadian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.