Kompas.com - 02/02/2015, 10:23 WIB
Seorang pengendara Harley Davidson B 6168 ESG dihentikan aparat kepolisian untuk ditilang karena melintasi Jalan MH Thamrin, yang merupakan kawasan terlarang sepeda motor, Minggu (18/1/2015). Seperti diketahui, sepeda motor dilarang melintasi yakni Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Per 18 Januari 2015, polisi menerapkan sanksi tilang bagi pelanggarnya. WARTA KOTA/HENRY LOPULALANSeorang pengendara Harley Davidson B 6168 ESG dihentikan aparat kepolisian untuk ditilang karena melintasi Jalan MH Thamrin, yang merupakan kawasan terlarang sepeda motor, Minggu (18/1/2015). Seperti diketahui, sepeda motor dilarang melintasi yakni Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Per 18 Januari 2015, polisi menerapkan sanksi tilang bagi pelanggarnya.
EditorAna Shofiana Syatiri

BOGOR, KOMPAS.com — Ketua Panitia Bogor Bike Week 2015, Teuku Badruddin Syah, mengatakan, motor Harley-Davidson yang ditilang polisi karena tidak dilengkapi STNK bukanlah anggota Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).

Menurut dia, para pengendara Harley yang terkena tilang di sejumlah wilayah di Jakarta itu bukanlah anggota sebuah klub motor besar, tetapi lebih bersifat perorangan. Hal itu dikatakan Teuku saat ditanya soal adanya pengendara Harley yang ditilang polisi karena motornya tidak dilengkapi STNK alias "bodong".

"Sebuah klub motor besar akan mewajibkan seluruh anggotanya memiliki STNK, BPKB, dan SIM. Bila syarat itu tak terpenuhi, maka tidak diperkenankan bergabung sebagai anggota. Peraturan ini juga diterapkan oleh klub motor lainnya, seperti Kawasaki Ninja," ujarnya.

Syarat itu, kata Teuku, dimaksudkan agar pihaknya mudah mengidentifikasi bila terjadi sesuatu terhadap pengendara tersebut. "Di klub motor bisa dipastikan, surat-surat motornya lengkap," katanya di sela-sela rapat persiapan Bogor Bike Week 2015 di Sekretariat HDCI Bogor, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, Sabtu (31/1/2015).

Para pemilik Harley-Davidson yang telah memenuhi syarat tersebut, kata Teuku, bisa bergabung dalam HDCI dan memiliki kartu anggota. "Karena syarat yang saya sebutkan itu menjadi dasar AD/ART HDCI dan peraturan klub. Ini juga sebagai bukti bila HDCI sadar betul akan pentingnya membayar pajak pada pemerintah," ujar pria yang juga Wakil Ketua HDCI Bogor itu.

Teuku juga mengatakan, terdapatnya sejumlah motor Harley-Davidson yang tak memiliki surat di Indonesia disinyalir lantaran ulah importir liar Harley-Davidson yang memasukkan motor "bodong" dari Singapura dan Amerika. Ulah para importir nakal itu membuat penjualan motor Harley-Davidson merosot sekitar 50 persen.

"Meski demikian, jumlah motor Harley-Davidson yang tak bersurat itu jumlahnya tak signifikan bila dibandingkan dengan jumlah motor bebek yang tak bersurat," katanya.

Teuku juga mengatakan, HDCI Bogor mendukung penuh upaya penegakan peraturan berlalu lintas yang tengah digalang pihak kepolisian. "HDCI Bogor mendukung penuh upaya Polri menegakkan motor yang tak bersurat," ujar Teuku. (Soewidia Henaldi)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Jadwal Shalat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Megapolitan
Jadi Syarat Perjalanan Udara dan Laut, Berikut Cara Mengisi e-HAC

Jadi Syarat Perjalanan Udara dan Laut, Berikut Cara Mengisi e-HAC

Megapolitan
Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Industri Ekonomi Kreatif di Jakarta

Link Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 untuk Industri Ekonomi Kreatif di Jakarta

Megapolitan
Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Takut Dikeroyok, Seorang Debt Collector Menceburkan Diri ke Kali Ciliwung

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Bogor Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa Kota Depok Hari Ini, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Selasa 20 April 2021

Megapolitan
Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X