Kompas.com - 02/02/2015, 14:28 WIB
|
EditorDesy Afrianti
JAKARTA, KOMPAS.com — Lim Agus Mulianto dan Buyung, dua kawanan pencuri dengan modus pecah kaca mobil, babak belur dihajar warga di Jalan Kayu Mas Selatan, Pulogadung, Jakarta Timur. Dua pelaku ini dihakimi warga setelah gagal melarikan diri setelah beraksi.

Lim dan Buyung melakukan pencurian dengan memecah kaca mobil Toyota Avanza, yang tengah diparkir di sebuah rumah makan di Jalan Kayu Mas Selatan, Sabtu (31/1/2015) malam. Pemilik mobil, Zulham Effendi Gultom, memarkir mobil di area parkir rumah makan.

Tak lama kemudian, Zulham mendengar bunyi suara pecah kaca yang berasal dari arah mobilnya. Zulham terkejut melihat salah satu pelaku mengambil barang berharga dari kaca tengah mobilnya, lalu kabur melarikan diri dengan motor. [Baca: Waspada Parkir Mobil di Pinggir Jalan, Pencuri Modus Pecah Kaca Berkeliaran]

"Saat beraksi memecahkan kaca mobil, korban kaget dengar bunyi pecahan kaca, lalu bangun melihat pelaku lari berdua pakai motor," kata Kepala Kepolisian Sektor Pulogadung Komisaris M Nasir, saat ditemui di kantornya, Senin (2/2/2015).

Tiga tas Zulham yang ada di dalam mobil yang berisi barang berharga dibawa kabur pelaku. Mengetahui adanya pencurian, warga mencoba mengejar. Sial bagi kedua pelaku, tak jauh dari lokasi kejadian, mobil patroli polisi melintas.

"Sepeda motor diserempet dan dipepet patroli, kemudian jatuh. Pada saat itu, ada warga di sana dan memukuli kedua pelaku," ujar Nasir.

Untuk menghindari amukan warga, dua pelaku dengan badan penuh tato itu lantas dibawa petugas ke Polsek Pulogadung. Petugas menduga pelaku merupakan sindikat pencurian dengan modus memecah kaca mobil. "Mereka kemungkinan punya kelompok," ujar Nasir.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Lim yang merupakan warga Pademangan, Jakarta Utara, dan Buyung yang merupakan warga Bekasi kini mendekam di sel tahanan Polsek Pulogadung. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana di atas tujuh tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tiga Hal yang Dinilai Penting dan Harus Dijalankan Pj Gubernur DKI

Ini Tiga Hal yang Dinilai Penting dan Harus Dijalankan Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Ridwan Kamil: Jawa Barat Paling Siap Terapkan Konversi ke Kendaraan Listrik

Ridwan Kamil: Jawa Barat Paling Siap Terapkan Konversi ke Kendaraan Listrik

Megapolitan
Guru Besar IPDN Ingatkan soal Transparansi Penunjukan Pj Gubernur DKI

Guru Besar IPDN Ingatkan soal Transparansi Penunjukan Pj Gubernur DKI

Megapolitan
Polisi Gerebek Rumah di Pamulang Terkait Dugaan Perdagangan Orang

Polisi Gerebek Rumah di Pamulang Terkait Dugaan Perdagangan Orang

Megapolitan
Terbukti Cemari Lingkungan, Operasional Pabrik Keramik di Cikarang Barat Dihentikan Sementara

Terbukti Cemari Lingkungan, Operasional Pabrik Keramik di Cikarang Barat Dihentikan Sementara

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Matangkan Kajian soal Titik Lokasi Sumur Resapan Pengendali Banjir

Pemprov DKI Diminta Matangkan Kajian soal Titik Lokasi Sumur Resapan Pengendali Banjir

Megapolitan
Polisi Pastikan Granat Asap 'Flashbang' yang Meledak di Cilincing Tak Mematikan

Polisi Pastikan Granat Asap "Flashbang" yang Meledak di Cilincing Tak Mematikan

Megapolitan
Periode Januari hingga September 2022, Ada 577 Kasus DBD di Tangsel

Periode Januari hingga September 2022, Ada 577 Kasus DBD di Tangsel

Megapolitan
Polisi Sebut Benda Meledak di Cilincing adalah Granat Asap 'Flashbang', Biasa Dipakai Latihan Tangkap Teroris

Polisi Sebut Benda Meledak di Cilincing adalah Granat Asap "Flashbang", Biasa Dipakai Latihan Tangkap Teroris

Megapolitan
Jumlah Pemilih di Tangsel pada Triwulan III-2022 Turun Jadi 987.730 Orang

Jumlah Pemilih di Tangsel pada Triwulan III-2022 Turun Jadi 987.730 Orang

Megapolitan
Sisa Material Trotoar di Margonda Berserakan, Pemkot Depok: Sabar, kalau Sudah Rapi Juga Nyaman...

Sisa Material Trotoar di Margonda Berserakan, Pemkot Depok: Sabar, kalau Sudah Rapi Juga Nyaman...

Megapolitan
Mobil Bak Terbuka Tabrak Separator 'Busway' di Slipi, Dahi Sopir Robek

Mobil Bak Terbuka Tabrak Separator "Busway" di Slipi, Dahi Sopir Robek

Megapolitan
Alasan Indra Kenz Gunakan Slogan 'Murah Banget' Saat Pamerkan Harta di Media Sosial

Alasan Indra Kenz Gunakan Slogan "Murah Banget" Saat Pamerkan Harta di Media Sosial

Megapolitan
Jasad Bayi Ditemukan Membusuk di Pinggir Kali Bekasi, Diduga Dibuang Lebih dari 3 Hari Lalu

Jasad Bayi Ditemukan Membusuk di Pinggir Kali Bekasi, Diduga Dibuang Lebih dari 3 Hari Lalu

Megapolitan
Pemkot Siapkan Strategi agar Lokasi PKL di Kota Tua Ramai Pengunjung

Pemkot Siapkan Strategi agar Lokasi PKL di Kota Tua Ramai Pengunjung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.