Ahok Optimistis Bereskan Banjir Jakarta Barat

Kompas.com - 02/02/2015, 18:12 WIB
Penyanyi campursari menghibur tamu undangan resepsi pernikahan yang lokasinya terendam banjir di Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat, Minggu (1/2). Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sepanjang hari menyebabkan sejumlah kawasan tergenang dan banjir.
KOMPAS/PRIYOMBODOPenyanyi campursari menghibur tamu undangan resepsi pernikahan yang lokasinya terendam banjir di Rumah Susun Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat, Minggu (1/2). Hujan yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sepanjang hari menyebabkan sejumlah kawasan tergenang dan banjir.
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelaskan salah satu antisipasi terbaik untuk menyurutkan genangan maupun banjir adalah optimalisasi pompa air.

Sekadar informasi hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah Jakarta pada Sabtu (31/1/2015) dan Minggu (1/2/2015) kemarin menyebabkan genangan dan banjir, terutama di wilayah Jakarta Barat, Utara, dan Selatan.

"Makanya saya bilang, begitu hujan berhenti, enggak akan lebih sehari pasti turun banjirnya. Dalam 2015 ini minimal, kami mau lihat seperti yang di Grogol, Slipi, Green Garden mesti bebas banjir, pompanya harus beres," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (2/2/2015). 

Kendati demikian, lanjut dia, genangan dan banjir akan tetap menghantui wilayah Jakarta Selatan. Sebab, banyak sungai dan saluran air di sana yang sudah menyempit.

Sungai-sungai di Jakarta Selatan ini, kata Basuki, rata-rata sudah diduduki oleh rumah kumuh hingga rumah mewah. "Sungai-sungai yang harusnya lebar sungai 20 meter atau 12 meter jadi tinggal 3-4 meter, ya masalah. Nah itu kami juga akan terus usahakan bongkar, tidak ada pilihan lagi," kata Basuki. 

Kepala Dinas Tata Air DKI Agus Priyono mengatakan tahun ini telah memiliki anggaran sebesar Rp 2,7 triliun untuk mengantisipasi banjir. Kendati demikian, lanjut dia, total biaya yang dibutuhkan untuk mengantisipasi banjir Jakarta mencapai Rp 118 triliun.

"Kami estimasi, untuk aliran barat butuh Rp 34 triliun, tengah Rp 43 triliun, dan timur Rp 31 triliun. Tahun ini, cuma dianggarkan Rp 2,7 triliun," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Jam Operasional Diperpanjang, Pengusaha Mal Tetap Minta Dikecualikan dari Pembatasan

Megapolitan
Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Mulai 5 Februari, Pengecekan Covid-19 dengan GeNose Tersedia di Stasiun Gambir dan Yogyakarta

Megapolitan
Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Olah TKP Kasus Begal Pesepeda di Jalan Latumenten, Polisi Sisir Kamera CCTV

Megapolitan
Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Dishub DKI Keluarkan SK Juknis Transportasi Selama PSBB Ketat, Pengemudi Ojek Dilarang Berkerumun

Megapolitan
Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Jam Operasional Mal Diperpanjang, Pengusaha Harap Bisa Kembalikan Peak Hour

Megapolitan
Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Pesepeda Dibegal di Jalan Latumenten Jakbar, 1 Unit Ponsel Raib

Megapolitan
Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Dua Pekan Pelaksanaan PSBB Ketat, 237 Tempat Usaha Dijatuhi Sanksi

Megapolitan
33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

33.340 WNA Masuk Indonesia Lewat Bandara Soekarno-Hatta di Masa Pembatasan Kedatangan Warga Asing

Megapolitan
Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Wagub DKI: Tanpa Warga Luar Jakarta, Okupansi RS di Jakarta Hanya 60 Persen

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Pemprov DKI Diminta Libatkan Tokoh Agama Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Kasus Covid-19 di Jakarta Bertambah 2.314, Angka Kematian Kembali Tertinggi

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

UPDATE 26 Januari: Ada 46 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang, 69 Orang Sembuh

Megapolitan
UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 26 Januari: Bertambah 39 Kasus Covid-19 di Tangsel, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Polisi Masih Lengkapi Berkas Perkara Kasus Video Syur Gisel dan Michael Yukinobu

Megapolitan
Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Ditanya Alasan Beraksi Mesum di Halte Senen, MA: Emang Kenapa?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X